Senin, 15 April 2024
Selular.ID -

Dua Program Edukasi STEAM Upaya PJI dan AWS Bekali Generasi Muda di Era Digital

BACA JUGA

Selular.ID – Pemahaman teknologi digital, serta penguasaan kecerdasan buatan menjadi salah satu keterampilan penting yang patut dimiliki para pekerja diantara kemampuan berpikir kreatif dan analitis, serta mahadata.

Hal tersebut berdasarkan Laporan The Future of Jobs Report 2023 dari Forum Ekonomi Dunia. Dalam laporan tersebut keterampilan tersebut  diproyeksi akan meningkat pesat selama lima tahun ke depan.

Guna memfasilitasi generasi muda mengasah berbagai keterampilan penting masa depan tersebut, Amazon Web Services (AWS), bersama Prestasi Junior Indonesia (PJI), lembaga nirlaba yang fokus mempersiapkan generasi muda untuk bekerja, mengimplementasikan dua program edukasi STEAM (science, technology, engineering, arts, dan mathematics) yang inovatif, yaitu STEAM Innovation Festival dan AWS Girls’ Tech Day, bagi lebih dari 700 pelajar di 75 SMA/SMK/MA di Jawa Barat sejak bulan Agustus hingga November 2023 lalu.

Dalam STEAM Innovation Festival, para pelajar ditantang untuk membuat konsep proyek inovatif berbasis STEAM yang dapat mengatasi tantangan dunia nyata dan berkontribusi terhadap pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan.

Kompetisi ini diharapkan dapat menginspirasi generasi muda mengenai potensi bidang STEAM dalam menghadirkan solusi terhadap berbagai permasalahan masyarakat sekaligus memfasilitasi lahirnya generasi inovator masa depan Indonesia era digital.

Baca Juga:Axiata Pilih AWS Sebagai Penyedia Cloud Utama

Untuk mendukung proses eksplorasi dan penyusunan ide, para pelajar telah memperoleh pelatihan design thinking dan pendampingan teknis bersama sukarelawan AWS dan mentor PJI.

Di akhir kompetisi, 15 tim terbaik mempresentasikan dan memamerkan prototipe proyek inovatif mereka di hadapan panel juri.

Sementara itu, AWS Girls’ Tech Day menyediakan pengalaman belajar yang melibatkan dan menghubungkan anak perempuan dan perempuan muda dengan bidang STEAM.

Inisiatif yang dimulai secara global pada tahun 2018 dan di Indonesia pada tahun 2022 ini bertujuan untuk memberikan akses dan kesempatan yang setara terhadap pendidikan STEAM sekaligus menciptakan pemimpin teknologi perempuan masa depan di Indonesia.

Program ini terdiri dari dua aktivitas utama yang dirancang secara interaktif dan menarik, yaitu sesi bincang inspiratif bersama para pemimpin perempuan di bidang teknologi dan sesi pengembangan proyek menggunakan perangkat robot Quarky dan perangkat lunak pemrograman Pictoblox.

Robert Gardiner, Academic Advisor and Operations Counsel Prestasi Junior Indonesia mengungkapkan, generasi muda sangat antusias untuk berpartisipasi secara aktif, bahkan mengambil peran utama dalam mengatasi tantangan yang dihadapi masyarakat.

Bersama AWS, kedua program ini memfasilitasi generasi muda dalam mentransformasi aspirasi mereka menjadi sebuah karya nyata yang bermanfaat.

Inisiatif ini juga menjadi langkah awal yang penting dan inspiratif bagi para pelajar dalam memahami tren dan potensi teknologi digital, mengeksplorasi ragam keterampilan teknis baru seperti pengkodean dan robotika, serta mengasah berbagai kompetensi nonteknis seperti kolaborasi, pemecahan masalah, dan komunikasi.

“Kami mendedikasikan kemitraan bersama AWS ini sebagai investasi untuk mewujudkan masa depan dengan pemimpin muda yang bertanggung jawab dan komunitas yang lebih kuat.”terang Robert,

Iendra Sofyan, Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Provinsi Jawa Barat menuturkan, program-program yang dilakukan AWS InCommunities bersama Prestasi Junior Indonesia harus mendapat dukungan penuh.

Program ini selaras dengan program-program pembangunan di Jawa Barat, dimana fokus pemerintah Jawa Barat adalah untuk mempersiapkan sumber daya manusia yang unggul menyongsong Visi Indonesia Emas di tahun 2045.

Pada acara puncak STEAM Innovation Festival yang digelar di Bandung, Sabtu (25/11), Tim Gorilla dari SMA Cahaya Rancamaya IBS Bogor dinobatkan sebagai pemenang pertama dengan proyek ide berjudul Surgeon (Sign Language Translation Glove Based on Arduino Nano).

Ide yang mereka ciptakan ini adalah sebuah alat berbentuk sarung tangan yang dilengkapi dengan sensor gyro, potensiometer, dan algoritma yang dirancang khusus serta berfungsi untuk menerjemahkan bahasa isyarat menjadi bahasa verbal secara real-time.

Gagasan inovatif ini datang dari kepedulian mereka terhadap banyaknya tantangan yang dihadapi kelompok tunarungu dan tunawicara dalam kehidupan sehari-hari karena faktor keterbatasan komunikasi.

Baca Juga:Manfaatkan Keunggulan AWS, Project Kuiper Tawarkan Kemampuan Private Network Kepada Pelanggan

Kehadiran STEAM Innovation Festival dan AWS Girls’ Tech Day merupakan fase awal bagi para pelajar yang dapat memotivasi mereka untuk terus menciptakan karya inovasi yang bermanfaat bagi masyarakat serta senantiasa mengekplorasi berbagai keterampilan esensial yang dibutuhkan untuk berhasil di dunia kerja masa depan.

- Advertisement 1-

BERITA TERKAIT

BERITA PILIHAN

BERITA TERBARU