Sabtu, 2 Maret 2024

Apa Itu Lawful Interception yang Jadi Salah Satu Syarat Starlink Beroperasi di Indonesia?

BACA JUGA

Uday Rayana
Uday Rayana
Editor in Chief

Selular.ID – Rencana masuknya Starlink ke pasar internet retail di Indonesia, telah menimbulkan polemik berkepanjangan.

ATSI (Asosiasi Telekomunikasi Selular Indonesia) akhirnya angkat bicara. Menurut Sekjen ATSI Marwan O Basiir, pihaknya tidak menutup mata bahwa kehadiran Starlink dapat membantu penetrasi internet terutama di wilayah-wilayah 3T (Terluar, Terdepan, Tertinggal).

Meski demikian, pihaknya mengusulkan sejumlah syarat, jika Starlink masuk ke pasar retail, di mana perlakuannya sama dengan operator telekomunikasi lainnya.

“Usulannya lebih baik layanan Starlink masuk ke B2B, lalu harus kerjasama dengan penyelenggara satelit Indonesia, hingga harus memiliki Izin landing right (Hak Labuh) dan Izin Jartup untuk layanan backhaul,” ujar Marwan O. Baasir, Sekretaris Jenderal ATSI di acara Selular Business Forum, Jakarta, Senin (27/11).

“Starlink juga harus menggunakan Alokasi Penomoran IP Indonesia, harus membangun Server dan DRC di Indonesia dan comply terhadap regulasi Lawfull Interception di Indonesia, dan sebagai penyelenggara jasa, Starlink harus dikenakan kewajiban untuk membayar BHP Tel (Biaya Hak Penyelenggaraan Telekomunikasi) dan USO (Kewajiban Pelayanan Universal),” tambahnya.

Lantas apa itu aturan menyangkut Lawful Interception yang wajib dipenuhi oleh Starlink jika ingin mendapat izin beroperasi di Indonesia?

Baca Juga: Bahayanya Starlink Jika Masuk ke Indonesia Tanpa Regulasi yang Jelas

Seperti diketahui, penggunaan ponsel dalam beberapa tahun terakhir telah meningkat secara eksponensial. Hasilnya adalah semakin banyak orang yang memanfaatkan perangkat seluler dan IoT dalam kehidupan sehari-hari untuk tujuan komunikasi.

Hal ini juga berarti peningkatan jumlah penjahat yang menggunakan perangkat ini untuk aktivitas ilegal. Baik tindak kriminal, terorisme hingga kegiatan subversi lainnya yang bisa mengancam keamanan negara.

Lawful Interception atau Intersepsi yang Sah memungkinkan pemerintah untuk mengakses data telekomunikasi terkait pelanggan yang ditandai karena potensi aktivitas ilegal untuk mencegah terjadinya aktivitas tersebut.

Secara sederhana, Intersepsi Sah mengacu pada pengawasan layanan telekomunikasi yang disetujui secara hukum.

Artinya, perusahaan telekomunikasi, vendor peralatan, dan penyedia layanan internet harus mematuhi persyaratan pemerintah untuk Legalful Inception.

Pada dasarnya, permulaan semacam ini akan menargetkan pengguna tertentu, seringkali penjahat tidak menyadari bahwa data komunikasi mereka sedang diawasi.

Panggilan telepon, pesan teks, email, dan bentuk komunikasi elektronik lainnya akan dipantau oleh penegak hukum atau lembaga pemerintah.

Intersepsi yang Sah telah menjadi alat penting bagi lembaga penegak hukum dan layanan pemerintah secara global dalam menyelidiki dan menuntut kegiatan kriminal dan operasi teroris.

Dengan teknologi yang tepat, seperti platform CDRlive Adapt IT Telecoms, operator telekomunikasi bisa dengan cepat dan efektif bekerjasama dengan lembaga penegak hukum dan pemerintah, yang memiliki perintah pengadilan dan otorisasi hukum, untuk menyadap data komunikasi pelanggan yang menjadi target.

Kerangka hukum untuk Intersepsi Sah berbeda dari satu negara ke negara lain tetapi umumnya memerlukan izin melalui perintah pengadilan atau surat perintah yang dikeluarkan oleh hakim.

Proses untuk mendapatkan perintah ini mungkin berbeda-beda, namun sering kali terdapat persyaratan untuk menunjukkan kemungkinan penyebab atau kecurigaan yang masuk akal atas aktivitas kriminal.

Dari penjelasan di atas, kita dapat mengatakan bahwa tujuan utama intersepsi yang sah adalah untuk membantu penyelidikan kriminal, keamanan nasional, dan mencegah aktivitas ilegal yang berpotensi merugikan individu, masyarakat, dan negara.

Baca Juga: Para Pengusaha Jasa Internet Indonesia Siap Bersaing dengan Starlink, Asalkan . . .

- Advertisement 1-

BERITA TERKAIT

BERITA PILIHAN

INDEPTH STORIES

BERITA TERBARU