Sabtu, 2 Maret 2024
Selular.ID -

Sambut Starlink Dengan Tangan Terbuka Tapi Jangan Sampai Mengancam

BACA JUGA

Selular.ID – Polemik Starlink akan hadir di Indonesia masih terus berlanjut, ketakutan yang dirasa oleh para pemain operator masih terasa, tapi masih bisa ditemukan solusinya, terima dengan tangan terbuka dan jangan menjadi ancaman.

Starlink perusahaan layanan satelit yang dimiliki oleh Elon Musk ini masih menjadi teka teki akan kehadirannya di tanah air.

Sejauh ini Starlink sudah beroperasi di 66 negara termasuk yang sudah di negara tetangga Filipina dan Malaysia pada bulan Juli 2023.

Di Indonesia sendiri kabarnya akan hadir di tahun 2024 mendatang, namun masih menjadi polemik apakah ini akan menjadi dalam bahasa kasarnya membunuh industri telekomunikasi di tanah air.

Banyak yang bersuara bahwa kehadirannya (Starlink) bisa menjadi berkah bagi pemerintah karena sejauh ini yang masih kesusahan dalam menjangkau daerah 3T, dan blank spot.

Namun juga apabila kehadirannya seperti raja yang diberikan karpet merah, tanpa adanya campur tangan bagi pihak penyelenggara di Indonesia, ini bisa jadi akan membunuh secara diam-diam.

Marwan O. Baasir – Sekretaris Jenderal Asosiasi Penyelenggara Telekomunikasi Seluruh Indonesia (ATSI)

Marwan O. Baasir selaku Sekretaris Jenderal Asosiasi Penyelenggara Telekomunikasi Seluruh Indonesia (ATSI) berpendapat hal yang sama.

Menurutnya ” Dari segi cost-nya jika diatur tidak tepat maka bisnis ini berpotensi mengancam bisnis penyelenggara telekomunikasi nasional, baik Seluler, ISP, Penyelenggara Satelit juga.” Kata Marwan dalam acara Selular Business Forum, Jakarta (27/11/2023).

“Perlu di pikirkan bukan hanya penyelenggara yang besar tapi juga keseluruhan penyelenggara telekomunikasi. ‘Jangan sampai mengancam’.” Tambahnya dengan tegas.

Tapi jangan dilihat sisi buruknya terus, Starlink di Indonesia memang bisa menjadi solusi bagi wilayah yang belum bisa terjangkau internet.

Marwan juga berpendapat kalau Starlink akan berperan melengkapi seperti blackhole, maka bisa melengkapi untuk daerah rural, atau bahkan di kota, itu juga kalau kapasitas satelit yang ada sekarang tidak mencukupi.

Sejauh ini juga yang menjadi polemik kehadiran Starlink masih abu-abu, karena mereka masih belum memakai izin pakai IP mana, karena apabila pakai IP di negara asalnya dan bukan pakai IP Indonesia akan muncul banyak masalah salah satunya isu TDP.

“Belum memakai Izin masih pakai IP global, jadi berpotensi muncul isue TDP dan kedaulatan negara. Implementasi nya ini perlu di regulasi secara tepat sesuai peraturan perundangan yang berlaku.” Kata Marwan.

Dan Marwan juga berpesan kepada Starlink, kehadirannya nanti “Tidak mengancam keberlangsungan usaha penyelenggara saat ini lebih memproiritaskan layanan pada wilayah 3T dan blank spot.” Tutupnya.

Baca juga : Jika Starlink Masuk, Operator Seluler Indonesia Bisa Gigit Jari

- Advertisement 1-

BERITA TERKAIT

BERITA PILIHAN

INDEPTH STORIES

BERITA TERBARU