Senin, 15 Juli 2024
Selular.ID -

Kejagung Tetapkan Satu Tersangka Baru Korupsi BTS Kominfo

BACA JUGA

JAKARTA, SELULAR.ID – Kejaksaan Agung (Kejagung) menetapkan satu lagi tersangka kasus BTS 4G BAKTI Kominfo.

Satu tersangka tambahan kasus BTS 4G BAKTI Kominfo yakni tenaga ahli Kominfo, Walbertus Natalius Wisang.

Kejagung mamasukannya sebagai tersangka perintangan penyidikan dalam kasus dugaan korupsi BTS Kominfo.

Kejagung menangkap Walbertus di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat usai bersaksi di sidang kasus korupsi BTS 4G dengan terdakwa mantan Menkominfo Johnny G Plate.

“WNW menjadi tersangka berdasarkan Surat Penetapan Tersangka Nomor: TAP-52/F.2/Fd.2/09/2023,” kata Kapuspenkum Kejagung Ketut Sumedana dalam keterangan pers tertulis, Rabu (20/9/2023).

“Dugannya melakukan dengan sengaja tidak memberi keterangan atau memberi keterangan yang tidak benar, atau menghalangi/merintangi secara langsung atau tidak langsung terkait penyidikan, penuntutan, dan pemeriksaan di sidang pengadilan,” sambungnya.

Kejagung langsung menahan Walbertus selama 20 hari ke depan terhitung sejak kemarin sampai 8 Oktober di Rutan Salemba Kejaksaan Agung.

“Selanjutnya untuk mempercepat proses penyidikan, tersangka kami tahan di Rumah Tahanan Negara Salemba Cabang Kejaksaan Agung selama 20 hari terhitung tanggal 19 September s.d 8 Oktober 2023,” kata Ketut.

Walbertus melanggar Pasal 2 Ayat (1) subsider Pasal 3 Jo Pasal 18 atau Pasal 21 atau Pasal 22 Jo. Pasal 35 Ayat (1) Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi Jo. Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.

Sebelumnya, pada Selasa (19/9) kemarin, Kejagung menjemput paksa Walbertus Natalius Wisang usai bersaksi dalam sidang kasus korupsi BTS 4G dengan terdakwa Johnny G Plate di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat.

Sejumlah personel Kejagung kemudian menangkap Walbertus usai keluar ruang sidang.

Jaksa kemudian membacakan surat penangkapan terhadap Walbertus lalu menggiringnya ke Kejaksaan Agung untuk proses hukum lebih lanjut.

Dirdik Jampidsus Kejagung Kuntadi mengatakan Walbertus memang Kejagung jemput paksa terkait dugaan keterangan palsu.

“Yang diduga telah melakukan perbuatan tindak pidana melanggar ketentuan Pasal 21 atau Pasal 22 UU Tipikor, yaitu memberikan keterangan tidak benar dan mencabut secara tidak sah keterangan di persidangan,” kata Kuntadi dalam konferensi.

Baca Juga: Kejagung Wajib Datang di Sidang Praperadilan Kasus Korupsi BTS 4G Kominfo

- Advertisement 1-

BERITA TERKAIT

BERITA PILIHAN

BERITA TERBARU