Selasa, 21 Mei 2024
Selular.ID -

Setelah Amerika Serikat, Giliran Inggris Melarang Penggunaan Aplikasi TikTok

BACA JUGA

Selular.ID – Setelah Amerika Serikat, giliran Inggris yang melarang penggunaan aplikasi TikTok.

Aturan melarang penggunaan aplikasi TikTok ini khususnya bagi para pasukan khusus Inggris, SAS.

Mereka juga mendapat imbauan untuk tidak menggunakan aplikasi di ponsel pribadinya.

Peringatan itu telah unit Intelijen dan Keamanan Pasukan Khusus keluarkan.

TONTON JUGA:

Itu terjadi di tengah meningkatnya kekhawatiran bahwa aplikasi, terutama TikTok milik China, dapat menyebabkan data rahasia yang dapat terakses oleh mata-mata.

Baca juga: Alasan TikTok Batasi Durasi Pengguna di Bawah 18 Tahun

Pakar intelijen khawatir aplikasi tersebut dapat memberikan data kepada negara-negara seperti China dan Rusia yang dapat membantu mengidentifikasi anggota pasukan khusus.

Selain itu, tentu saja juga lokasi rahasia di Inggris serta luar negeri, dan bahkan membahayakan operasi.

Pasukan Khusus Inggris, yang meliputi Spesial Boat Service dan Special Reconnaissance Regiment, bekerja sama dengan anggota MI5 dan MI6.

Identitas individu adalah rahasia negara dan publikasi mereka secara efektif terlarang di bawah Pemberitahuan DSMA.

Artinya anggota tidak dapat menyebutkan namanya di media.

“Aplikasi adalah salah satu ancaman terbesar yang muncul bagi dinas intelijen yang bermusuhan untuk menargetkan individu,” kata Kolonel Phil Ingram, seorang mantan perwira intelijen militer.

“Ini bukan hanya data yang mereka kumpulkan secara legal saat pengguna menerima syarat dan ketentuan, yang seringkali berlebihan, tetapi ini adalah data tambahan yang dapat terkumpul,” terangnya.

“Aplikasi yang China kembangkan tunduk pada pasal tujuh Undang-Undang Intelijen Nasional China, yang menyatakan bahwa semua organisasi dan warga negara China harus ‘mendukung, membantu, dan bekerja sama’ dengan upaya intelijen China,” dia menambahkan.

“Tidak ada aplikasi dari sumber China yang boleh ada di perangkat apa pun, resmi atau pribadi, untuk anggota militer mana pun – risiko penyusupan data terlalu besar,” ujarnya melansir Daily Mail, Senun (6/3/2023).

Perintah tersebut mengikuti larangan serupa yang memengaruhi militer di Amerika Serikat (AS), Kanada, dan sebagian Uni Eropa.

Baca juga: 5 HP Layar Lengkung Harga Termurah Tahun 2023, Bisa Langsung Beli di Sini

- Advertisement 1-

BERITA TERKAIT

BERITA PILIHAN

BERITA TERBARU