Jumat, 14 Juni 2024
Selular.ID -

Will Cathcart, Bos WhatsApp yang Kembali Sindir Telegram

BACA JUGA

Selular.ID – Will Cathcart yang merupakan CEO WhatsApp kembali melakukan sindiran kepada Telegram.

Hal ini membuat saling serang dan kritik antara WhatsApp dan Telegram makin memanas.

Kabar paling baru, Will Cathcart meminta pengguna internet untuk tak menggunakan platform saingannya itu.

TONTON JUGA:

“Saya sadar bahwa beberapa orang akan mengatakan saya tertarik mengkritik Telegram, kata Cathcart, kemarin (15/2/2023).

“Namun ada banyak aplikasi pesan yang bisa Anda pilih.”

“Jika tidak menggunakan WhatsApp, gunakan salah satu dari mereka, jangan gunakan Telegram,” sambungnya.

Baca juga: Ikuti Telegram, WhatsApp Hadirkan Fitur Pesan Audio Menjadi Teks, Berbayar kah?

Ucapan Cathcart itu merujuk pada artikel Wired berjudul ‘The Kremlin Has Entered the Chat’.

Dia meminta untuk orang-orang yang merasa Telegram aman untuk membaca artikel tersebut dan mengetahui kebenarannya.

Dalam utas tweet-nya, dia memberikan beberapa alasan mengapa Telegram tidak aman.

Salah satunya platform buatan Pavel Durov tidak didukung end-to-end encryption secara default.

“Telegram tidak dienkripsi dari ujung ke ujung (end-to-end encryption) secara default dan tidak ada untuk grup. Dari artikel: ‘Telegram punya kapasitas membagikan hampir seluruh informasi rahasia yang pemerintah minta’,” jelasnya.

“Protokol end-to-end encryption tidak punya verifikasi independen. Sehingga obrolan rahasia di Telegram yang katanya aman bisa saja disadap pihak ketiga,” lanjutnya menuturkan.

Dia juga mengkritik API Telegram yang bisa membahayakan orang.

Merujuk pada kutipannya, tertulis API lokasi Telegram bisa saja palsu untuk menunjukkan pengguna dalam radius 2 mil (3,2 km) jika baru saja mengaktifkan lokasinya.

Selain itu, Telegram juga mendapat tudingan membangun API lain.

Tujuannya adalah untuk melakukan pengawasan massal dengan mengakses ke konten pengguna.

Cathcart juga mempertanyakan klaim Telegram tidak pernah menyerahkan data penggunanya pada pemerintah.

Namun yang terjadi berdasarkan laporan pemberitaan aktivitas itu terjadi.

“Jadi mengapa mereka terus mengklaim ini?” kata dia yang juga menyematkan laman Privasi milik Telegram.

Baca juga: Cara Menggunakan Nomor Whatsapp Sama di Ponsel dan di Tablet

- Advertisement 1-

BERITA TERKAIT

BERITA PILIHAN

BERITA TERBARU