Tingkat Inflasi AS Bakal Rilis, Bagaimana Nasib Kripto dan Bitcoin?

Kripto terdampak inflasi AS.
Kripto terdampak inflasi AS.

Selular.ID – Kebijakan The Fed yang telah menaikkan suku bunga hingga tujuh kali telah berhasil menekan tingkat inflasi Amerika Serikat (AS) yang mulai melandai ke level 6.5% pada Desember 2022.

Investor akan mencermati tingkat inflasi AS pada Januari 2023 yang akan rilis tanggal 14
Februari 2023 nanti dengan harapan inflasi dapat kembali melandai.

Meredanya inflasi AS mendorong harga aset kripto Bitcoin dan Ethereum menguat signifikan, masing-masing 40% dan 30%, yang juga diikuti dengan mayoritas aset kripto lainnya.

Kenaikan pada Januari 2023 ini memang cukup mengejutkan melihat secara data historis sejak tahun 2014 – 2022, Bitcoin cenderung bearish di setiap Bulan Januari.

TONTON JUGA:

Selain itu, total kapitalisasi keseluruhan pasar aset kripto juga menguat hingga menyentuh
$1.098,4 miliar yang juga merupakan level tertinggi dalam 24 minggu terakhir.

Kenaikan tersebut terjadi setelah The Fed menaikan suku bunga 25 basis poin 4,5%-4,75%.

Baca juga: Maraknya Investor Kripto Di RI, Indodax Galakan Edukasi Aset Kripto

Kenaikan suku bunga tersebut sesuai dengan ekspektasi pasar dan lebih rendah dari kenaikan sebelumnya yang mencapai 50 basis poin.

Naiknya Suku bunga yang lebih rendah dapat menjadi sentimen yang positif bagi pergerakan pasar aset kripto.

Pergerakan Bitcoin di setiap bulan Februari cenderung bergerak positif dengan kenaikan rata-rata di sebesar 12.11% dari tahun 2014 – 2022.

Pergerakan harga aset kripto menguat 2,89% pada sepekan terakhir pada sepekan terakhir (30 Januari – 3 Februari 2023).

Tercermin dari tingkat kesulitan penambangan Bitcoin (mining difficulty) yang telah mencapai titik tertinggi pada hari Minggu (29/1), naik sekitar 4,68% dari 37,59 triliun pada menjadi 39,35 triliun (periode 16 Januari – 30 Januari).

Financial Expert Ajaib Kripto, Panji Yudha menjelaskan tentang Mining difficulty.

Mining difficulty adalah angka yang mewakili daya komputasi yang pengguna perlukan untuk menambang satu BTC, yang akan memperbarui kira-kira setiap dua minggu.

Mining difficulty menjadi lebih sulit ketika lebih banyak penambang memasuki jaringan
dan lebih mudah ketika miners keluar dari jaringan.

“Maka, dengan menimbang berbagai faktor yang telah kami paparkan, kami melihat pada Februari ini Bitcoin berpotensi untuk melanjutkan momentum bullish,” kata Panji.

Walau berpotensi naik, kami mengimbau investor untuk tetap mengikuti perkembangan pasar mengingat aset kripto adalah salah satu instrumen investasi dengan volatilitas tinggi.

Sesuaikan gaya investasi Anda dengan profil risiko masing-masing dan terapkan strategi take profit dan manfaatkan fitur stoploss yang telah tersedia di Ajaib Kripto untuk meminimalisir kerugian saat berinvestasi.

Baca juga: Apa Itu Fenomena Halving Day Bitcoin? Simak Sebelum Investasi Kripto