Selular.ID – Bybit Indonesia memperkuat ekspansinya di pasar aset digital Indonesia dengan menyiapkan roadmap produk untuk 18 bulan ke depan.
Rencana tersebut mencakup pengembangan layanan futures, produk berbasis prinsip syariah, Bybit Card, hingga layanan TradFi, dengan setiap ekspansi produk tetap menunggu persetujuan regulator sesuai ketentuan yang berlaku.
Bybit, yang menyebut dirinya sebagai exchange kripto terbesar kedua di dunia berdasarkan volume perdagangan, memasuki fase pengembangan produk setelah memperkuat pijakan lokal melalui akuisisi mayoritas PT Enkripsi Teknologi Handal pada April 2026.
Entitas lokal tersebut sebelumnya dikenal sebagai penyedia layanan Usenobi dan tercantum dalam daftar penyelenggara perdagangan aset keuangan digital Otoritas Jasa Keuangan (OJK).
CEO Bybit Indonesia Lawrence Samantha mengatakan perusahaan akan memperdalam pengalaman perdagangan aset digital sekaligus memperluas ekosistem melalui kemitraan dengan perbankan nasional, komunitas kripto, dan perguruan tinggi.
“Ke depannya, fokus kami adalah memperdalam pengalaman trading di Bybit Indonesia dengan menghadirkan fitur baru secara bertahap, serta memperkuat kemitraan dengan perbankan nasional, komunitas kripto, dan kampus-kampus mitra sebagai bagian dari ekosistem yang kami bangun,” ujar Lawrence Samantha, Chief Executive Officer Bybit Indonesia.
Ia mengatakan pengembangan tersebut diarahkan agar pengguna, mulai dari masyarakat yang baru mengenal aset kripto hingga trader berpengalaman, dapat menggunakan platform sesuai kebutuhan masing-masing. Bybit Indonesia juga menempatkan edukasi aset digital sebagai salah satu bagian dari pengembangan pasar lokal.
Empat Area Produk dalam Roadmap
Roadmap 18 bulan Bybit Indonesia mencakup empat area utama, yakni futures, layanan yang ditujukan bagi pengguna Muslim dengan pendekatan syariah, Bybit Card, serta TradFi atau layanan yang menghubungkan aktivitas perdagangan dengan instrumen keuangan tradisional.
Pengembangan futures akan memperluas pilihan perdagangan bagi pengguna setelah Bybit Indonesia membangun layanan spot sebagai salah satu fondasi awal platform. Futures merupakan instrumen perdagangan yang memungkinkan pengguna mengambil posisi berdasarkan pergerakan harga aset pada kontrak tertentu dan memiliki karakter risiko berbeda dibandingkan perdagangan spot.
Sementara itu, rencana produk syariah ditujukan untuk memperluas akses bagi pengguna yang membutuhkan layanan aset digital yang disesuaikan dengan prinsip keuangan syariah. Adapun Bybit Card diarahkan sebagai bagian dari upaya menghubungkan aset digital dengan penggunaan dalam aktivitas keuangan sehari-hari.
Bybit juga menyiapkan pengembangan TradFi. Secara global, Bybit telah mengembangkan lini TradFi yang mencakup instrumen seperti stock CFD. Dalam keterangan resminya, Bybit menyebut platform global tersebut menawarkan akses terhadap ratusan stock CFD.
Namun, seluruh rencana pengembangan produk di Indonesia tidak serta-merta berarti layanan tersebut langsung tersedia bagi pengguna lokal. Bybit Indonesia menegaskan setiap produk dan fitur baru akan diperkenalkan secara bertahap serta mengikuti proses persetujuan dan ketentuan regulator Indonesia.
Konteks regulasi menjadi bagian penting dari ekspansi tersebut. OJK kini menjadi regulator yang mengawasi perdagangan aset keuangan digital, termasuk aset kripto, setelah pengawasan dan pengaturan sektor tersebut beralih dari Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappebti).
Dalam laporan OJK mengenai sektor jasa keuangan hingga Mei 2026, regulator menyebut proses perizinan sejumlah calon Pedagang Aset Keuangan Digital (PAKD) masih berlangsung. Pada periode tersebut, OJK juga mencatat pemberian izin usaha kepada PT Luno Indonesia Ltd. sebagai PAKD pada 25 Mei 2026.
Bangun Fondasi Lokal
Sebelum masuk ke fase ekspansi produk, Bybit Indonesia mengembangkan sejumlah infrastruktur dasar untuk pasar domestik. Perusahaan menyediakan fasilitas setoran dan penarikan rupiah yang terhubung dengan sistem perbankan nasional, lebih dari 500 pasangan aset kripto, serta beragam jenis order.
Fitur perdagangan yang tersedia mencakup Market Order dan Limit Order, serta Conditional Order, OCO atau One-Cancels-the-Other, Trailing Stop, DCA atau Dollar Cost Averaging, dan Spot Grid.
Bybit Indonesia juga menyediakan layanan pelanggan berbahasa Indonesia selama 24 jam yang didukung teknologi kecerdasan buatan atau AI. Kehadiran dukungan lokal tersebut menjadi bagian dari upaya perusahaan menyesuaikan layanan global dengan kebutuhan pengguna Indonesia.
Untuk pengguna yang memiliki kebutuhan perdagangan lebih kompleks, tersedia API yang memungkinkan pengembangan strategi perdagangan otomatis. Platform tersebut juga menyediakan sub-account untuk memisahkan dana berdasarkan strategi investasi atau aktivitas perdagangan.
Di sisi edukasi, Bybit Indonesia menghadirkan Bybit Indonesia Learn. Layanan ini menyediakan materi berupa artikel dan video mengenai aset kripto serta panduan penggunaan berbagai fitur pada platform.
Program edukasi dan pengembangan komunitas juga dilakukan melalui Bybit Indonesia Menyapa. Program tersebut dijalankan dalam bentuk roadshow di 12 kota dengan agenda bertemu komunitas aset kripto dan perguruan tinggi.
Selain itu, perusahaan menjalankan program Muslim Friendly, VIP, serta Community & University. Program pendidikan dan komunitas tersebut disebut telah menjangkau puluhan perguruan tinggi yang menjadi mitra resmi.
Teknologi Global dan Kepatuhan Lokal
Strategi Bybit Indonesia menggabungkan infrastruktur teknologi dan pengalaman operasional Bybit secara global dengan pemahaman pasar domestik dari NOBI. Pendekatan tersebut ditempatkan dalam kerangka kepatuhan terhadap regulasi Indonesia.
Di tingkat global, Bybit juga terus mengembangkan teknologi untuk mendukung aktivitas perdagangan. Salah satunya adalah Bybit AI Hub yang memungkinkan pengguna berinteraksi dengan fungsi perdagangan melalui instruksi bahasa natural.
Bybit menyebut AI Hub memiliki ratusan endpoint API yang mencakup data pasar, perdagangan spot, derivatif, produk Earn, pengelolaan akun, dan fungsi lainnya.
Aspek keamanan juga menjadi bagian dari infrastruktur global Bybit. Perusahaan menyatakan menggunakan sejumlah mekanisme perlindungan aset dan keamanan platform, termasuk cold wallet, teknologi multi-signature, Trusted Execution Environment (TEE), Threshold Signature Scheme (TSS), serta pemantauan aktivitas pengguna secara real time.
Untuk pasar Indonesia, penerapan maupun pengembangan layanan tetap mengikuti ketentuan yang berlaku di bawah pengawasan OJK. Lawrence menilai perkembangan regulasi melalui Peraturan OJK Nomor 27 Tahun 2024 sebagaimana diubah dengan Peraturan OJK Nomor 23 Tahun 2025 memberikan kerangka bagi pelaku industri untuk mengembangkan layanan aset keuangan digital.
Selain pengembangan bisnis, Bybit Indonesia juga menjalankan kegiatan sosial dan edukasi. Bersama Kitabisa, perusahaan melakukan donasi untuk renovasi dan penyediaan fasilitas belajar di SDN 057239 Sekoci dan Yayasan Pendidikan Rahman El-Manaf Bubun di Sumatera Utara yang terdampak banjir.
Program lainnya berupa pembangunan sumur bor untuk mendukung akses air bersih di Desa Bale Panah, Bireuen, Aceh.
Memasuki periode pengembangan berikutnya, Bybit Indonesia menempatkan perluasan produk, kemitraan lokal, edukasi, dan kepatuhan sebagai bagian dari strategi perusahaan.
Roadmap 18 bulan tersebut akan dijalankan secara bertahap, sementara ketersediaan masing-masing produk di pasar Indonesia bergantung pada kesiapan layanan dan persetujuan regulator.
Baca Juga: Pintu Token Resmi Diperjualbelikan di Exchange Pintu, FTX, dan ByBit


