Mengintip Profil Sam Altman, Sosok di Balik ChatGPT yang Bikin Google Ketar-Ketir

Sam Altman

Selular.ID – Google baru saja mengumumkan langkah drastis. Raksasa mesin pencari yang berbasis di Mountain View, California itu, mengikuti jejak banyak perusahaan teknologi lainnya, memangkas ribuan karyawan dengan alasan ekonomi yang menurun.

Tak tanggung-tanggung, jumlah karyawan yang di-PHK induk usaha Google, Alphabet, mencapai 12.000 orang. Jumlah itu hanya kalah dari Amazon yang mengurangi total 18.000 karyawan. Rekor baru dalam hal pemangkasan karyawan pada perusahaan teknologi.

CEO Alphabet Sundar Pichai, mengatakan bahwa pemangkasan karyawan tak dapat dielakkan. Pria keturunan India itu beralasan, saat ini bisnis mengalami perlambatan akibat terjadinya penurunan ekonomi hingga kekhawatiran resesi.

Kondisi itu menyebabkan pengiklan menarik kembali pengeluaran mereka. Ujung-ujungnya berpengaruh pada pendapatan Alphabet.

Pichai menyebutkan, dengan mengurangi beban karyawan, langkah investasi bisnis pada kecerdasan buatan (AI) akan lebih ditingkatkan.

Baca Juga: Cara Menggunakan ChatGPT, Cara Kerja, Cara Daftar, Serta Risikonya

Apalagi, ini akan menjadi area investasi utama Google yang tengah menghadapi peningkatan persaingan dengan ChatGPT.

Sejak kemunculan ChatGPT, Alphabet yang sudah lama menjadi pemimpin AI menjadi ketar-ketir.  Analis di Hargreaves Lansdown Susannah Streeter mengatakan Alphabet tidak kebal dalam menghadapi tantangan ekonomi ke depan.

“Pertumbuhan iklan telah berhenti. Persaingan juga memanas. Alphabet menghadapi saingan kuat dengan TikTok dan Instagram,” kata Streeter dikutip Reuters, Sabtu (21/1/2023).

Sejak dua dekade terakhir, Google menjadi penguasa di segmen mesin pencari dan penyedia berbagai macam beragam layanan mulai dari email, dokumen, hingga membantu seseorang dalam bisnis.

Namun, pengembangan inovasi teknologi ChatGPT diprediksi bakal mengalahkan mesin pencari Google karena ChatGPT.

Pasalnya, ChatGPT yang dibesut oleh Open AI, perusahaan yang didirikan oleh Sam Altman dan Elon Musk ini, memadukan robot percakapan atau chatbot AI yang sangat canggih dapat menjadi mesin pencari dan menggantikan peran Google.

ChatGPT telah mengumpulkan lebih dari satu juta pengguna di seluruh dunia dengan fungsi-fungsi yang canggih. Mulai dari menulis esai kompleks dan kode komputer hingga menyusun promosi pemasaran dan skema dekorasi interior.

Tak hanya itu, ChatGPT juga dapat membuat puisi dan lelucon sebuah kemampuan yang dianggap hanya bisa dilakukan oleh manusia.

Faktanya, kehadiran ChatGPT telah memicu kekhawatiran Google mungkin tidak lagi memiliki monopoli pencarian online.

Baca Juga: Dua Pendiri Google Turun Gunung Karena Muncul ChatGPT, Begitu Hebatkah?

“Mungkin satu atau dua tahun lagi adalah waktu saat Google menerima kekacauan. AI akan menghilangkan halaman hasil mesin pencari di mana Google menghasilkan sebagian besar uang mereka,” kata pengembang Gmail Paul Buchheit seperti dilansir NY Post.

Tak dapat dipungkiri, meningkatnya popularitas ChatGPT telah mengatrol nama Sam Altman, sebagai sosok protagonist.

Pasalnya, sejak lama banyak pihak menginginkan agar dominasi Google, khususnya di bisnis mesin pencari dapat dipatahkan.

Pemerintah AS bahkan secara terbuka menginginkan agar gurita bisnis Google tidak terus-terus berlanjut. Saat ini Kementerian Kehakiman (DoJ), tengah menggelar persidangan.

Diketahui, DoJ bersama delapan negara bagian di AS menuding Google selama bertahun-tahun memonopoli pasar teknologi periklanan.

DoJ menginginkan berbagai langkah yang mencakup seruan agar Google melakukan spin-off setidaknya pertukaran iklan online dan servernya. DoJ mengklaim Google “merusak persaingan yang sah” melalui upaya untuk mengontrol alat periklanan digital.

Kementerian yang dipimpin oleh Merrick B. Garland itu, menegaskan bahwa Google menggunakan “cara anti persaingan, pengecualian, dan melanggar hukum” untuk menghapus potensi persaingan.

Halaman Selanjutnya

Rekam Jejak Sam Altman