Sabtu, 22 Juni 2024
Selular.ID -

Perjudian Meta: Dana $19,2 Miliar Siap Digelontorkan Pada Proyek Metaverse

BACA JUGA

Uday Rayana
Uday Rayana
Editor in Chief

Selular.ID – Meta Platforms akan tetap bertahan pada rencana ambisius dengan investasi jumbo di divisi metaverse Reality Labs pada 2023.

Perusahaan setidaknya akan mengalokasikan hingga 20 persen dari keseluruhan pengeluarannya di tengah meningkatnya skeptisisme terhadap keputusan CEO Mark Zuckerberg untuk fokus pada sektor yang baru lahir.

Dalam sebuah postingan blog, CTO Reality Labs Andrew Bosworth, mengungkapkan bahwa perusahaan berencana untuk membelanjakan sebanyak mungkin pada divisi metaverse tahun depan seperti yang dilakukan tahun ini, meskipun ada laporan kerugian operasi hingga $9,4 miliar selama sembilan bulan pertama 2022.

Dalam sebuah catatan penelitian, Dr Richard Windsor dari Radio Free Mobile, memperkirakan pengeluaran Meta pada 2023 akan menjadi sekitar $97,3 miliar. Dari jumlah itu, $19,2 miliar merupakan pengeluaran untuk metaverse.

“Ini adalah jumlah uang yang sangat besar untuk dibelanjakan pada teknologi yang mungkin lepas landas pada akhir dekade ini membuat saya berpikir bahwa ini juga merupakan polis asuransi,” tulis Windsor.

Dia menambahkan langkah itu “hampir pasti akan menghasilkan pendapatan yang sulit pada tahun 2023.”

Unit Reality Labs membukukan kerugian sebesar $3,7 miliar pada Q3, naik $1,1 miliar year-on-year, karena perusahaan menginvestasikan 18 persen di divisi metaverse pada kuartal tersebut.

Baca Juga: Rugi Gila-gilaan, Investor Hilang Kepercayaan Pada Proyek Metaverse

“Tantangan ekonomi di seluruh dunia, dikombinasikan dengan tekanan pada bisnis inti Meta, menciptakan badai skeptisisme yang sempurna tentang investasi yang kami lakukan,” kata Bosworth.

Sekitar 80 persen dari investasi perusahaan akan digunakan untuk “aplikasi keluarga” Meta yang mencakup Facebook, Instagram, WhatsApp, dan Messenger. Aplikasi tersebut menghasilkan laba sekitar $32 miliar selama periode yang sama.

Zuckerberg mengumumkan pada 2021 bahwa Facebook telah mengubah nama perusahaannya menjadi Platform Meta.

Namun sejumlah besar pemegang saham menyatakan bahwa mereka kehilangan kepercayaan pada keputusan Zuckerberg, untuk memfokuskan sumber daya pada produk dan layanan pada proyek metaverse yang belum menunjukkan hasilnya.

Meski mendapat banyak penentangan dari para investornya, Mark Zukerberg tidak bergeming. Ia terus berupaya agar layar menuju dunia virtual tetap terkembang.

Pada Oktober lalu, Meta merilis headset virtual realitas terbaru, Meta Quest Pro. Headset yang telah didistribusikan pada 25 Oktober 2022 itu dibuat bekerja sama dengan Microsoft.

Di acara peluncuran, Zuckerberg tidak pernah kehilangan keyakinan akan metaverse. Hadirnya Meta Quest Pro justru jadi bukti nyata hadirnya perpaduan dunia fisik dan digital guna memunculkan kegunaan baru untuk komputasi.

Meski demikian, di tengah kondisi ekonomi yang tidak kondusif saat ini, Meta mengumumkan pada November lalu, bahwa perusahaan akan memangkas sekitar 13 persen tenaga kerja globalnya, yang berarti lebih dari 11.000 pekerjaan.

- Advertisement 1-

BERITA TERKAIT

BERITA PILIHAN

BERITA TERBARU