Shirley Santoso Reinkarnasi Kartini Masa Kini, Kenapa Demikian ?

Selular.ID – Sosok Kartini hadir Kembali didalam diri Shirley Santoso yang berpengalaman lebih dari 20 tahun di bidang konsultasi dan industri.

R.A Kartini menjadikan banyak inspirasi bagi semua masyarakat khususnya pada kaum perempuan yang mana perempuan bisa turut andil dalam memajukan bangsa bukan hanya dari laki-laki.

Kali ini R.A Kartini serasa lahir Kembali dari diri seorang Shirley Santoso. Shirley lulus dari Boston University dengan gelar BsBA pada tahun 1994 dan memperoleh gelar MBA pada tahun 1999 dari Johnson’s School di Cornell University.

Setelah kelulusannya ditahun yang sama, tahun 1999 ia telah bergabung dengan Kearney dan saat ini dia telah menjadi Partner and President Director untuk Kearney Indonesia.

Baca juga : Pentingnya Sektor Pendidikan, Dalam Mewujudkan Transformasi Digital di Indonesia

Mengapa pada artikel ini di sebutkan Shirley layaknya reinkarnasi R.A Kartini di zaman sekarang. Karena Shirley tertarik dengan memperjuangkan kesetaraan gender.

Dengan begitu membawanya ia menjadi mitra utama di Kearney Women in Consulting yang berkantor di Asia Tenggara dan Women Champion Lead for Asia.

Dengan dipertegas kemiripannya karena dia aktif memimpin diskusi untuk mendukung kesetaraan kesempatan, menjebatani kesenjangan Pendidikan dan kesenjangan pendapatan bagi perempuan.

Selain itu juga Shirley telah memimpin beberapa proyek strategi dengan yayasan dan organisasi amal yang melibatkan perempuan, pendidikan, dan anak-anak di waktu luangnya.

Baru-baru ini, Shirley memimpin tim konsultan untuk mengembangkan peta jalan pendidikan jangka panjang yang disebut Merdeka Belajar untuk Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan di Indonesia.

Shirley juga ingin program pemerintah untuk bertransformasi ke era serba digital itu tidak hanya pada sektor manufacturing namun juga digitalisasi pada sector Pendidikan.

“Digitalisasi di bidang pendidikan akan mendukung akses yang lebih mudah dalam implementasi layanan pembelajaran yang merata dan mempersiapkan pasokan talenta digital yang berkualitas tinggi. Peningkatan sektor pendidikan juga harus merata – tidak hanya di pulau Jawa, tetapi di seluruh negeri.” Kata Shirley.

Dengan gagasannya dia untuk memberdayakan dan kesetaraan gender, pada tahun 2019 dan pada tahun 2022, Shirley menerima Indonesia’s Businesswoman of the Year dari Majalah SWA.

Terutama untuk kepemimpinan dan pencapaiannya yang luar biasa yang telah membawa kantornya untuk melihat pertumbuhan dua digit dari tahun ke tahun dan kontribusinya, meskipun kepemimpinan dan dampaknya terhadap negara.

“Bekerja dengan semangat dan ketekunan” untuk tema “Great Women on Fire” adalah judul artikel 2 halaman SWA yang didedikasikan untuk Shirley.

Baca juga : Ada 4 Faktor Yang Bisa Mempercepat Transformasi Digital, Ini Penjelasannya