Bersaing dengan Pemain Fintech, Bank Mandiri Ungkap Strategi Tetap Bertumbuh

Bersaing dengan Pemain Fintech, Bank Mandiri Ungkap Strategi Tetap Bertumbuh
Erwin Sukiato, Country Manager, Cloudera Indonesia, Billie Setiawan, Head of Enterprise Data Analytics Group, Bank Mandiri. Di layar monitor: (kiri atas) Dr. David R. Hardoon, Chief Data and AI Officer, UnionBank of Philippines, (bawah) Remus Lim, Vice President APAC and Japan, Cloudera

Selular.ID – Salah satu bank terbesar di Indonesia mengungkap pengelolaan data menjadi kunci pertumbuhan.

Pada acara Cloudera Media Briefing pada Jumat (16/9/2022), Bank Mandiri menjabarkan tiga tantangan utama dalam mempertahankan pertumbuhan di era big data.

Billie Setiawan, Head of Enterprise Data Analytics Group, Bank Mandiri, mengungkapkan data merupakan kunci pertumbuhan dan bertahan di era persaingan baru dengan industri fintech dan e-commerce.

Sebelum menjabarkan strateginya, Billie membeberkan sejumlah tantangan dalam pengelolaan data di Bank Mandiri.

Pertama, saat ini telah terjadi perubahan perilaku nasabah. Karena itulah kekuatan data analytic menjadi penting untuk menemukan cara bagaimana melakukan analisis terhadap perilaku para pelanggan.

Dan kini perubahan perilaku nasabah terhadap digital channel, tidak hanya di bank, tetapi juga untuk fintech atau e-commerce.

“Kami benar-benar harus memahami bagaimana mendekati nasabah. Personalisasi sangat penting untuk memastikan bahwa Anda tahu apa yang dibutuhkan nasabah ketika akan menawarkan sesuatu dan bagaimana kita harus terhubung dengan mereka,” ungkap Billie.

Baca Juga: Transaksi Cashless QRIS Melesat, Bank Mandiri Siapkan Super-App

Kedua adalah tentang pengelolaan data. Seperti diketahui Bank Mandiri adalah merger dari beberapa bank, jadi perusahaan harus benar-benar mengkonsolidasikan data, sejak awal berdirinya Bank Mandiri.

“Ini sangat menantang. Saya pikir untuk bank-bank besar, membentuk satu data sangat penting untuk memastikan bahwa kami memiliki data yang benar, kami mengelola data dengan benar, memastikan itu akurat, konsisten, persisten. Dan juga saat ini, dengan data eksternal juga menjadi kunci dan bagaimana kita harus mengelola data tersebut,” terang Billie.

Ketiga, tentang tata Kelola data. Tata kelola data saat ini benar-benar menjadi fokus bagi perbankan, khususnya Indonesia, untuk memastikan bagaimana perusahaan mengelola data di dalam bank.

“Bagaimana kami memastikan bahwa data baru dikodekan dan diatur dengan benar. Ada beberapa hal yang harus kita siapkan sebagai regulasi kebijakan. Tata Kelola Data kami harus bertindak sebagai ahlinya. Kita harus memahami cetak biru, peta jalan arsitektur data,” papar Billie.

Baca Juga: Cara Cek Saldo e-Money Bank Mandiri di HP, Bisa Tanpa NFC

Berbicara tentang tata kelola data, banyak dari kita sekarang memiliki tempat kerja hybrid.

Bekerja dari rumah sudah menjadi kebiasaan, new normal.

Jadi, di bank mandiri, Billie mengatakan perusahaan harus benar-benar memastikan, data benar-benar diamankan di tengah kebocoran data yang tinggi.

Bersaing dengan Pemain Fintech, Bank Mandiri Ungkap Strategi Tetap Bertumbuh
Erwin Sukiato, Country Manager, Cloudera Indonesia, Billie Setiawan, Head of Enterprise Data Analytics Group, Bank Mandiri

Strategi Bank Mandiri dalam mengatasi tantangan yang ada, Billie menyebut pertama, tetap fokus pada nasabah.

“Bank Mandiri benar-benar fokus dalam transformasi digital. Kami memiliki dua channel digital. Livin’ by Mandiri untuk retail dan Kopra untuk mengelola klien wholesale,” ucap Billie.

Tentu saja, data analytics menjadi enabler yang memainkan peranan sangat penting untuk benar-benar memberi pengalaman nasabah terbaik.

“Kami harus memahami nasabah untuk benar-benar memahami perjalanan nasabah dan memberi penawaran yang dipersonalisasi,” ungkapnya.

Kedua, tentu saja tentang data. Pandemi benar-benar memberi kita pandangan tentang entitas yang terkait dengan data, bagaimana memiliki satu single source of truth.

“Sebagai bisnis yang menghasilkan kegiatan, data benar-benar memainkan peran yang sangat penting untuk mengelola bisnis kami. Untuk kami sebagai sebuah Group, bagaimana memberikan data yang benar,” papar Billie.

Baca Juga: Grab dan Bank Mandiri Siapkan Modal Untuk Ribuan UMKM di Indonesia

Dalam mengelola data, Bank Mandiri menggandeng Cloudera.

Billie pun menjabarkan bagaimana Cloudera membantu Bank Mandiri.

Bersaing dengan Pemain Fintech, Bank Mandiri Ungkap Strategi Tetap Bertumbuh
Erwin Sukiato, Country Manager, Cloudera Indonesia, Billie Setiawan, Head of Enterprise Data Analytics Group, Bank Mandiri

“Kami memulai kemitraan dengan Cloudera pada 2016. Kami mulai dari Community Edition. Waktu pengalaman kita akan kekuatan big data masih kurang.”

Setelah satu tahun, Billie mengaku puas dengan platform itu dan memulai Enterprise Edition.

“Sampai sekarang, Cloudera menjadi tulang punggung kami untuk data analytics, untuk semua kegiatan yang terkait dengan analisis data, mulai dari mengelola data, standarisasi, dan mengoperasionalkannya, membuat satu single source of truth,” ungkapnya.

Bagaimana Bank Mandiri memastikan bahwa data siap digunakan oleh tim data science, oleh tim analitik, atau bahkan oleh business intelligence.

Baca Juga: Bank Mandiri Kombinasikan Internet dan Mobile Banking di Aplikasi Mandiri Online

Kedua, terutama selama pandemi, terjadinya pembatasan-pembatasan menjadi bagian yang sangat penting dari kegiatan kami, untuk memastikan bahwa semua dasbor, reporting, manajemen portofolio, monitoring kinerja bisnis, berasal dari Cloudera sebagai source.

“Kami akan membangun lebih banyak kerjasama dengan Cloudera untuk menghasilkan inovasi-inovasi dan memberikan benefit bagi kami sebagai bank. Dari perspektif teknologi, dari perspektif pengetahuan, dan teknis,” tutup Billie.