Serangan DDoS Meningkat Bersamaan Dengan Kripto Anjlok, Kok Bisa?

DDoS

Selular.ID – Belakangan ini telah ditemukan Serangan Distributed Denial of Service (DDoS) meningkat tajam bersamaan dengan Crypto-Collapse.

Serangan DDoS  dirancang untuk menghambat fungsi normal situs web atau merusaknya secara keseluruhan.

Dibandingkan tahun sebelumnya, rata-rata durasi serangan DDoS naik 100 kali lipat, mencapai 3.000 menit.

Selama serangan yang menargetkan lembaga pemerintah, perusahaan ritel atau keuangan, media atau organisasi lain. Akan kehilangan pelanggan karena situs web yang tidak tersedia dan turut berpengaruh pada reputasi mereka.

Baca Juga: Laporan: Serangan DDoS di 2021 Meningkat Tajam dan Lebih Canggih

Berbeda dengan fase Q1 2022 dengan lonjakan serangan yang dramatis karena aktivitas hacktivist, jumlah absolut menurun pada kuartal dua tahun ini.

Namun, ini bukan berarti pasar DDoS telah mendingin, sebaliknya serangan telah berubah di kualitas, menjadi lebih lama dan kompleks.

Durasi rata-rata serangan di Q2 2022 adalah 3.000 menit, atau dua hari. Ini 100 kali lebih lama dari Q2 2021, ketika serangan hanya berlangsung rata-rata 30 menit.

Alexander Gutnikov, pakar keamanan di Kaspersky, mengungkapkan cara kendalikan serangan ini bisa dengan solusi perlindungan yang efektif.

Untuk mengerahkan upaya serangan dalam waktu yang lama, dibutuhkan biaya yang tidak sedikit. Terutama jika itu tidak efektif karena difilter oleh solusi perlindungan. Ketika bot terus aktif, risiko botnet aus, kegagalan node, atau deteksi pusat kontrol meningkat.” ujarnya.

Baca Juga: Google Ambil Tindakan Serius Kepada Pencurian Data Jenis “Botnet Glupteba

Dalam hal jumlah serangan DDoS, kuartal kedua memang lebih sepi dari yang pertama. Ini adalah fenomena umum.

Para ahli biasanya melihat penurunan aktivitas DDoS saat musim panas mendekat.

Menurut sistem Intelijen DDoS Kaspersky, tahun ini dinamika jumlah serangan DDoS dalam kuartal tersebut tidak sesuai dengan pola tipikal ini.

Setelah perlambatan di akhir Q1, aktivitas botnet terus tumbuh sepanjang Q2, menghasilkan lebih banyak aktivitas di bulan Juni daripada di bulan April.

Ini konsisten dengan penurunan cryptocurrency, yang biasanya merangsang pemanasan pasar DDoS

Runtuhnya cryptocurrency dimulai dengan anjloknya Terra (Luna) dan momentum dimulai sejak itu.Berbagai faktor menunjukkan bahwa kecenderungan tersebut dapat berlanjut: misalnya, cryptominersmenjual wadah pertambangan (mining farm) dengan harga rendah kepada para gamer. Ini dapat mengantarkan kepada lonjakan aktivitas DDoS global” jelas Gutnikov.