Rekam Jejak Morris Chang, Figur Sentral Di Balik Meraksasanya TSMC

Morris Chang TSMC

Selular.ID – Morris Chang lahir pada 10 Juli 1931 di China selatan, tepatnya di Ningbo, provinsi Chekiang/ Zhejiang. Ia adalah pengusaha Taiwan-Amerika yang membangun karirnya di dua negara itu.

Morris Chang merupakan pendiri, serta mantan ketua dan CEO, Taiwan Semiconductor Manufacturing Company (TSMC), perusahaan pengecoran silikon pertama dan terbesar di dunia.

Sukses menjadikan TSMC sebagai perusahaan raksasa, membuat kekayaan Morris Chang berlipat ganda. Sesuai laporan Forbes, pada Oktober 2021, kekayaan bersihnya diperkirakan mencapai US$2,8 miliar. Menjadikannya sebagai salah satu orang terkaya di seantero Asia.

Morris Chang memulai debutnya di antara daftar baru Forbes Asia dari 50 Orang Terkaya Taiwan pada usia 85, setelah saham TSMC mencapai titik tertinggi pada Juni 2017.

Chang, yang memiliki kekayaan $930 juta berdasarkan hampir seluruhnya pada 0,5% sahamnya di TSMC, adalah orang tertua dalam setidaknya dua tahun yang bergabung dengan salah satu dari 12 daftar kekayaan regional Forbes Asia.

Meskipun ini pertama kalinya dia menjadi orang terkaya di negara pulau itu, namun pengakuan Forbes terhadap sepak terjang Chang jauh sebelumnya.

Edisi internasional Forbes menempatkan Chang di sampul sebagai “The Catalyst” pada 2001. Dia kembali muncul di sampul Forbes Asia pada 2012, ketika dinobatkan sebagai Businessman of The Year.

Sementara itu New York Times menyebut Chang sebagai godfather silikon dan memujinya sebagai orang di balik kebangkitan Taiwan dalam industri semikonduktor.

Namun untuk mencapai kesuksesan tersebut, Chang memiliki perjalanan yang penuh cerita. Lahir di China daratan, Chang terpaksa pindah ke Hong Kong selama Perang Saudara Tiongkok dan kemudian hijrah ke AS untuk melanjutkan sekolah.

Ia mendapatkan gelar sarjana dan magister di bidang teknik mesin dari Massachusetts Institute of Technology (MIT). Dia kemudian menghabiskan sebagian besar seperempat abad bekerja di Texas Instruments (TI), pelopor dalam industri semikonduktor di negeri Paman Sam.

Gagal dalam program doctoral di MIT, pimpinan di Texas Instruments mengirimnya ke Stanford untuk mendapatkan gelar PhD di bidang teknik elektro. Kali ini ia sukses dengan gelar diperolehnya pada 1964.

Dia kembali ke Texas Instruments, di mana ia mengusung strategi harga rendah semikonduktor untuk mendapatkan pangsa pasar awal. Pada 1983, Chang menjadi wakil presiden grup yang bertanggung jawab atas bisnis semikonduktor global TI.

Tantangan Taiwan

Chang, yang merupakan warga negara AS, pernah menjabat sebagai presiden General Instrument Corp,  kemudian pindah ke Taiwan pada 1985 untuk mengepalai Institut Penelitian Teknologi Industri milik pemerintah. Dua tahun kemudian, ia ditunjuk sebagai chairman TSMC, yang merupakan proyek komersial.

“Saya pikir Taiwan pada waktu itu merupakan tantangan yang baru bagi saya,” katanya kepada Forbes pada 2012.

Sekitar waktu inilah Chang muncul dengan inovasi baru yang akan merevolusi industri semikonduktor dan elektronik.

Sebelum 1980-an, pemasok chip untuk segala hal mulai dari komputer hingga radio sebagian besar menghabiskan banyak uang untuk merancang chip sendiri dan membuatnya di pabrik mereka sendiri.

Ide Chang adalah untuk menyediakan layanan pabrik khusus (juga disebut “pengecoran”) bagi perusahaan yang ingin melakukan outsourcing produksi.

Model ini telah memungkinkan pengusaha insinyur untuk memasuki lapangan dengan biaya yang jauh lebih rendah dan membantu memacu inovasi.

Baca Juga: TSMC Siap Bangun Pabrik Baru di Singapura, Untuk Atasi Kekurangan Chip Global

Di bawah Chang, bisnis TSMC lepas landas. Dia mendaftarkan perusahaan di bursa efek Taiwan pada 1994 dan menjadi perusahaan Taiwan pertama yang diperdagangkan di Bursa Efek New York pada 1997.

Halaman berikutnya

Chang kemudian mengundurkan diri pada 2005