Ini Dia Faktor Tinder Gagal Buat Fitur Kencan di Metaverse

Tinder metaverse

Selular.ID – Raksasa kencan Match Group, Tinder,  telah mengumumkan bahwa investasi besar pada fitur kencan di Metaverse batal.

Hal itu lantaran tim eksekutif aplikasi kencan tersebut, menginstruksikan untuk evaluasi web3 dan ruang metaverse dengan hati-hati untuk memahami lebih banyak kejelasan.

Tak hanya itu, belakangan ini Tinder juga sedang dalam masa sulit, ditambah dengan mundurnya CEO Tinder, Renate Nyborg.

Baca Juga: Aplikasi Tinder Mengutamakan Keamanan Untuk Pengguna Wanitanya

Perlu diketahui, upaya untuk masuk ke web3 dan pengembangan metaverse sebelumnya telah direncanakan oleh tim eksekutif.

Dengan siap meluncurkan proyek ambisius “Tinderverse” setelah mengakuisisi perusahaan video-AI dan augmented reality, Hyperconnect, tahun lalu.

CEO dari perusahaan induk Tinder, Match Group, Bernard Kim, mengatakan aplikasi kencan online akan berjalan lambat dengan alasan “ketidakpastian”.

Baca Juga: Tinder Punya Fitur Baru, Bisa Periksa Latar Belakang Kriminal Pengguna

“Mengingat ketidakpastian tentang kontur akhir metaverse dan apa yang akan atau tidak akan berhasil, serta lingkungan operasi yang lebih menantang, saya telah menginstruksikan tim Hyperconnect untuk beralih mencari inovasi baru tetapi tidak berinvestasi dalam metaverse saat ini,” Ungkap bernard.

Insiatif lain yang juga ikut dalam pembatalan adalah Tinder Coins yang sudah digagaskan akan jadi mata uang virtual.

Tujuannya untuk mendorong pengguna menghabiskan lebih banyak waktu untuk menggesek, menggulir, dan menghabiskan uang nyata untuk aplikasi kencan.

Baca Juga: Ada Kencan Buta di Tinder, Begini Cara Menggunakannya

Karena, mata uang dalam aplikasi adalah bagian dari upayanya untuk menciptakan pengalaman yang lebih segar.

Apalagi tahapan uji coba sudah dilakukan kepada  pengguna loyal Tinder, mungkin tidak sesuai harapan maka kembali ke tahap evaluasi.

Terakhir, penyebab kegagalan Tinderverse karena telah Akuisisi Hyperconnect yang diklaim menyebabkan kerugian sebesar USD 10 juta.

Kim mengaitkan kinerja Q2 Tinder bersamaan dengan gagalnya Tinder hadirkan fitur kencan Metaverse.

“Eksekusi yang mengecewakan pada beberapa pengoptimalan dan inisiatif produk baru, Saham aplikasi turun 22%.” Tegasnya

Tercatat pertumbuhan Tinder hanya  12% tahun-ke-tahun (YoY) pada laporan  pendapatan pada kuartal kedua.

Baca Juga: Film The Tinder Swindler Ungkap Modus Penipuan di Aplikasi Kencan