Edtech Cakap Berikan 5.000 Beasiswa, Bisa Belajar Bahasa Inggris dan Mandarin

Cakap on App
Cakap on App

Selular.ID – Edtech Cakap berikan beasiswa kepada 5.000 warga Sulawesi Utara.

Beasiswa ini terbuka untuk warga yang masih bersekolah maupun yang sudah bekerja.

Beasiswa yang Edtech Cakap berikan yakni beasiswa belajar bahasa asing yakni Bahasa Inggris dan Mandarin.

Tujuannya untuk menyasar sektor pariwisata sebagai salah satu bentuk dukungan dan upaya yang Edtech Cakap lakukan untuk mempercepat pemulihan pariwisata nasional.

TONTON JUGA:

“Kami sangat berharap dengan adanya program ini akan ada peningkatan jumlah wisatawan lokal dan mancanegara,” kata Jonathan Dharmasoeka, Chief of Business Cakap.

“Nantinya keahlian berbahasa asing yang sudah warga pelajari bersama Cakap dapat langsung teraplikasikan oleh rekan-rekan pelaku pariwisata di lapangan,” sambungnya.

Baca juga: WIR Group Ungkap Alasan Gandeng Cakap Untuk Platform Edukasi Metaverse

Sementara Nicho Lieke, Ketua PHRI/APINDO Sulut menyambut baik kerjasama ini.

Dia menyebutkan bahwa pemberian beasiswa sejalan dengan program pemerintah, terutama dalam pemulihan pariwisata lokal.

Apalagi Sulawesi Utara memiliki destinasi super prioritas di Likupang.

Selain Bahasa Inggris, Edtech Cakap memilih Bahasa Mandarin sebagai materi beasiswa karena wisatawan mancanegara (wisman) asal Tiongkok yang mendominasi di Sulawesi Utara.

Baca juga: Pilih Beli Tablet Kelas Atas atau Laptop Murah Berkualitas? Simak Dulu Penjelasannya

Data dari Dinas Pariwisata Daerah Provinsi Sulawesi Utara menunjukan angka kunjungan yang terus naik di periode sebelum pandemi.

Jumlah Wisman pada tahun 2016 sebanyak 47.103 orang, tahun 2017 sebanyak 87.976 orang, tahun 2018 sebanyak 127.879 orang, dan tahun 2019 sebanyak 153.656 orang.

Ketika Pandemi menghantam, kunjungan wisman ke Sulut langsung anjlok.

Pada periode Januari hingga Juli 2021 ada 10.803 wisman yang berkunjung.

Jumlah ini menurun 27,8% berbanding periode yang sama tahun sebelumnya sebanyak 14.964 wisman.

Meski angka turun dan masih ada kunjungan, asal wisman masih tetap didominasi dari Tiongkok.

Baca juga: Simak Sejarah NFC yang Ada di Smartphone, Berawal dari Penemuan Charles Walton