Sahamnya Turun, Qualcomm Prediksi Penjualan Smartphone Ikut Surut

Qualcomm

Selular.ID – Pada Rabu (27/07), Qualcomm dikabarkan alami penurunan saham hampir 4%. Dipredikisi akan berdampak pada penjualan smartphone di kuartal selanjutnya.

Perusahaan manufaktur yang merancang dan menggerakan semikonduktor ke beberapa industri seluler ini, mengungkapkan dampak dari penurunan sahamnya.

Hal itu dipicu oleh keterlambatan permintaan smartphone karena, krisis chip yang disebabkan konflik ukraina dan lockdown di China.

Qualcomm juga menginatkan pengurangan $0,20 dalam laba per saham pada kuartal saat ini, dalam perdagangan setelah jam kerja.

Baca Juga: Qualcomm Segera Hadirkan Chip Baru untuk Smartwatch Wear OS

Mengutip reuters, Qualcomm justru memprediksi akan terjadi penurunan penjualan smartphone 5% sampai kuartal 4 2022.

Namun prediksi tersebut ternyata sudah ditemukan oleh firma riset seperti Gartner bulan lalu mengungkap penjualan ponsel secara keseluruhan akan turun 7,1% tahun ini.

Ada juga informasi dari, firma riset IDC memperkirakan penurunan 3,5% dalam pengiriman smartphone selama tahun 2022.

Semua prediksi tersebut berdasarkan kasus yang sama, yaitu;  perlambatan smartphone di tengah meningkatnya inflasi.

Baca Juga: Niat Bikin Sendiri, Apple Masih Mengandalkan Modem 5G Qualcomm

Namun, CEO Qualcomm Cristiano Amon, mengumumkan baru saja kerjasama dengan Samsung untuk kerjasama untuk hadirkan chipset snapdragon untuk perangkat Flagship.

Menurut Counterpoint Research, Perjanjian tersebut meminta Qualcomm untuk memasok chipset Snapdragon untuk  Galaxy top-line Samsung.

Perusahaan juga memperpanjang perjanjian lisensi paten yang ada untuk mencakup 3G, 4G, 5G “dan teknologi seluler 6G yang akan datang” hingga akhir 2030.

“Satu Galaxy mewakili lebih banyak pendapatan dan pendapatan dalam lima iPhone ke Qualcomm di sisi chip,” kata Amon kepada WSJ.

Ia juga mengatakan kepada WSJ, bahwa perjanjian baru perusahaannya dengan Samsung berpotensi menumpulkan segala konsekuensi yang mungkin dihadapi perusahaan.

Baca Juga: Xiaomi 12S Ultra Unggul dari iPhone 13 Pro Max dan Samsung S22 Ultra Hasil Uji Coba Gaming

Hal ini untuk mengantisipasi jika vendor iPhone Apple beralih dari chip Qualcomm. Karena Aplle baru-baru ini Apple keembangkan teknologi chipset 5G-nya sendiri.

Menyusul pembelian bisnis modem 5G Intel pada 2019 senilai $1 miliar, untuk mengurangi ketergantungannya pada produk Qualcomm.

Poin penting kedua bagi Qualcomm adalah indikasi awal yang muncul menunjukkan bahwa strategi diversifikasi Amon berhasil.

Diimplementasikan tak lama setelah ia mengambil posisi kepemimpinan teratas Qualcomm, perusahaan saat ini bekerja untuk memperluas melampaui chip smartphone dan menjadi silikon untuk semua jenis elektronik, dari menara seluler hingga mobil hingga drone.

“Kelemahan yang kami lihat di [ponsel] konsumen telah diimbangi oleh strategi diversifikasi perusahaan dan fokus pada handset premium dan kelas atas,” Tambah Amon, dari Reuters.