Dampak Tutup Pabrik di China, Pengiriman Mobil Listrik Tesla Turun 18%

tesla

Selular.ID – Tesla tercatat telah mengirimkan 254.695 kendaraan listrik secara global pada Q2, Hal itu terhitung turun 18% setelah penutupan pabrik di China.

Seperti yang diketahui, bahwa penyebabnya karena kendala rantai pasokan. Ini adalah pertama kalinya turun dalam dua tahun pengiriman Tesla.

Karena pada periode kuartal pertama 2022, tesla berhasil buat 310.048. Ini menggambarkan pentingnya pabrik Tesla di Shanghai, China, bagi bisnisnya.

Perusahaan menlaprkan bahwa pengiriman kendaraan lebih dari 254.000 pada kuartal kedua, sebenarnya meningkat dari hitungan tahun ke tahun (YoY) sebesar 26%.

Baca Juga: Tesla PHK 200 Karyawan Bagian AI Autopilot, Elon Musk Ungkap “Kelebihan Staf”

Berarti meningkat dari 201.250 kendaraan yang dikirimkan pada kuartal kedua tahun 2021.

Perlu diketahui, penurunan pengiriman kendaraan listrik 18 ke seluruh dunia, terhitung sejak April hingga Juni yang menjadi kuartal kedua 2022.

Seorang analis Wedbush Securities mengatakan dalam sebuah catatan kepada,  investor bahwa produksi Teslayang menurun  karena penutupan menjadi “bencana mutlak.”

Laporan dari Cnet, Telah ditanggapi langsung oleh pihak Tesla, yang menyatakan untuk bangkit kembali. Akan menjadi tanrangan bagi pabrik yang baru buka di Berlin dan Austin.

“Pada kuartal kedua, kami memproduksi lebih dari 258.000 kendaraan dan mengirimkan lebih dari 254.000 kendaraan, meskipun ada tantangan rantai pasokan yang sedang berlangsung dan penutupan pabrik di luar kendali kami,” kata perusahaan pihak Tesla melansir dari Cnet.

Baca Juga: Elon Musk Minta Karyawan Tesla dan SpaceX Kerja di Kantor 40 Jam Seminggu atau Resign

Perusahaan menyatakan bahwa, di Q2 Model 3 dan Y, dengan penawaran lebih murah, masing-masing sumbang 238.533 pengiriman. Model S dan Model X menyumbang 16.162.

Tesla mengatakan dalam pengumumannya bahwa Juni 2022 adalah bulan produksi kendaraan tertinggi dalam sejarah Tesla.

Terlepas dari masalah itu, pembuat mobil listrik serta perusahaan lain di industri ini, telah berjuang untuk imbangi permintaan karena masalah rantai pasokan terus berlanjut.

Sebelumny, Tesla telah mengkonfirmasi bahwa telah mengurangi SDM (sumber daya Masunia) hingga 200 yang di PHK.

Baca Juga: Tesla Dituntut Secara Hukum Oleh Beberapa Karyawan Wanita Atas Pelecehan Seksual