Tesla PHK 200 Karyawan Bagian AI Autopilot, Elon Musk Ungkap “Kelebihan Staf”

Tesla

Selular.ID – Tesla telah memberhentikan hampir 200 Karyawan yang melatih sistem Autopilot AI perusahaan. Elon Musk konfirmasi bahwa perusahaan Kelebihan Staf

Laporan PHK oleh Tesla pertama kali dilaporkan Bloomberg dan dikonfirmasi TechCrunch, jadi catatan buruk bagi perusahaan yang mengerjakan kendaraan listrik tersebut.

Hal ini hasil dari konfirmasi langsung, CEO Elon Musk mengatakan kepada eksekutif perusahaan bahwa perusahaan perlu mengurangi jumlah karyawannya sekitar 10 persen.

PHK karyawan ini berada di wilayah San Mateo, California, tempat karyawan mengerjakan fitur bantuan pengemudi Autopilot.

Baca Juga: Elon Musk Minta Karyawan Tesla dan SpaceX Kerja di Kantor 40 Jam Seminggu atau Resign

Karyawan yang terkena  dampak dilaporkan adalah pekerja per jam yang ditugaskan untuk memberi label pada data pelatihan.

Pekerjaan semacam itu sangat penting untuk mengembangkan sistem AI tetapi seringkali berketerampilan rendah dan bergaji rendah.

Dalam beberapa tahun terakhir, banyak perusahaan telah beralih ke sumber tenaga kerja yang lebih murah di negara-negara kurang berkembang untuk mengumpulkan input ini.

Pelabelan data sangat penting untuk mengembangkan sistem AI seperti Autopilot, secara rinci melaporkan bahwa kantor Tesla San Mateo awalnya memiliki 276 karyawan.

Baca Juga: Pengamat Sebut Bakal Ada Lagi Startup yang PHK Karyawan, Target 25 Unicorn Mustahil?

Sekitar 195 karyawan telah diberhentikan, termasuk pemberi label data, analis, dan penyedia, meninggalkan 81 karyawan yang dilaporkan akan dipindahkan ke kantor lain.

Pada akhir 2021, Tesla memiliki 99.290 karyawan di seluruh dunia. Tapi awal bulan ini, Musk mengatakan dia memiliki “perasaan yang sangat buruk” tentang ekonomi AS.

Ia juga sadar bahwa Tesla “kelebihan staf,”  maka dari itu membuat ia harus  mendorong dengan  PHK.

Baca Juga: Netflix Kembali PHK 300 Karyawan, Dampak Jumlah Pelanggan Menurun

Metode Tesla untuk mengurangi jumlah pegawainya terkadang kontroversial. Karena ada dua mantan karyawan baru-baru ini mengajukan gugatan terhadap perusahaan.

Mengklaim bahwa Tesla melanggar hukum federal dengan gagal memberikan pemberitahuan 60 hari sebelum melakukan PHK massal di fasilitas Gigafactory di Nevada.

Dalam laporan TechCrunch tentang PHK San Mateo, sumber mengatakan kepada Techcrunch bahwa sebagian besar pekerja diberhentikan berdasarkan kinerja.

Berarti Tesla tidak akan diminta untuk memberikan pemberitahuan sebelumnya tentang pemecatan.