Kolaborasi Epic Huawei Leica, Bermula Dari Seri P9 Berakhir di Seri P50

Huawei Leica

Selular.ID – Selain Nokia dan Ericsson, vendor China Huawei merupakan fenomena dalam industri ponsel global. Produsen smartphone yang identik dengan logo bunga merah menyala itu, sangat berambisi menjadi pemimpin pasar menjungkalkan chaebol Korea, Samsung.

Didirikan oleh Ren Zhengfei pada September 1987, Huawei yang kini merupakan raksasa telekomunikasi, menargetkan dapat menjadi market leader di industri ponsel dunia pada 2020.

Selain mengusung target sebagai vendor ponsel nomor wahid, Huawei juga berupaya menjadi pemain utama di segmen premium yang selama bertahun-tahun dikuasai oleh Samsung dan Apple.

Demi mendongkel hegemoni kedua raksasa itu, Huawei akhirnya memutuskan bermitra dengan produsen kamera ternama, Leica. Seperti kita ketahui, Leica adalah produsen kamera legendaris. Didirikan pada pada 1869 khusus untuk memproduksi mikroskop.

Pada perjalanannya, Leica dikenal sebagai merk kamera premium, yang berarti bahwa produk Leica berkualitas tinggi, jumlah produksi yang terbatas. Reputasi Leica telah diakui dan dihormati oleh kalangan photographi dunia. Itulah yang membedakan Leica dengan pabrikan kamera lainnya.

Kolaborasi keduanya diberi label “Huawei Co-Engineered with Leica”, menelurkan varian P9 Series (P9 dan P9 Plus), smartphone dual camera yang diluncurkan pada 2016.

Baca Juga: Huawei Nova Y90 Meluncur Dengan Kamera 50MP dan EMUI 12

Di luar dugaan, co-branding Huawei dengan produsen kamera asal Jerman itu, ternyata menjadi senjata ampuh. Mampu menarik konsumen secara instan.

Meski sempat menuai kritik dari beberapa pihak yang mempertanyakan kontribusi Leica untuk modul  kamera pada P9 (lensa tidak diproduksi sendiri oleh Leica), respons pasar tetap positif. Terbukti, penjualan P9 mencapai lebih dari 10 juta unit, hanya beberapa bulan setelah peluncurannya.

Tingginya permintaan P9 pada akhirnya mengatrol popularitas Huawei. Mendorong penjualan dengan angka yang sangat signifikan. Sekaligus mengatrol market share Huawei ke posisi elit.

Tercatat pada akhir 2016, Huawei menjual lebih dari 140 juta unit ponsel di seluruh dunia. Kehadiran P9 Series dengan Leica di dalamnya, terbukti menjadi momentum kesuksesan Huawei di pasar global.

Untuk memperkuat cengkramannya, Huawei juga menyematkan Leica pada seri flagship lainnya, yaitu Mate Series. Kombinasi tiga varian utama, yaitu P, Mate dan Nova (di segmen menengah), ditambah Honor sebagai sub brand, membuat kinerja Huawei semakin moncer.

Ini terlihat dari penjualan Huawei yang terus meningkat pada tahun-tahun berikutnya. Tengok saja pada akhir 2017, Huawei mampu mengirimkan 153 juta unit ponsel. Pencapaian itu sekaligus menempatkan Huawei sebagai vendor nomor dua di dunia menggusur Apple.

Pada 2018, penjualan Huawei semakin menggila karena angkanya mencapai lebih dari 200 juta unit. Begitu pun pada akhir 2019 yang mampu menembus 250 juta unit. Membuat ketar-ketir para pesaingnya.

Baca Juga: Akankah Leica Menjadi Kartu Truf Xiaomi Bersaing di Segmen Premium?

Dengan penjualan yang terus melonjak setiap tahunnya, Huawei semakin dekat dengan target menjadi vendor ponsel nomor satu dunia, mengalahkan Samsung yang sudah menyandang predikat itu sejak 2012.

Halaman berikutnya

Berkat Huawei, Smartphone China Tak Lagi Dipandang Sebelah Mata