Huawei Pimpin Paten Teknologi 5G, Namun Sanksi AS Mempengaruhi Penjualan dan Ketidakpastian di Pasar Global

Huawei Pimpin Paten Teknologi 5G, Namun Sanksi AS Mempengaruhi Penjualan dan Ketidakpastian di Pasar Global

Selular.ID – Sebuah perusahaan penasehat paten yang berbasis di AS, Tech+IP, memposisikan vendor China Huawei di posisi teratas dalam survei terbaru tentang pemilik paten 5G.

Temuan ini patut dicatat mengingat Tech+IP, menyebutkan bahwa peringkat tersebut berasal dari penilaian yang hati-hati dan tertimbang. Tidak hanya dari pengajuan paten mentah tetapi juga lokasi geografis, kaitannya dengan paten lain dan posisi dalam standar 5G.

Tech+IP juga memiliki posisi yang baik untuk menyimpulkan hal tersebut. Pasalnya, perusahaan yang berkantor di Washington dan San Francisco itu, menjabat sebagai penasihat keuangan dan transaksi eksklusif untuk vendor asal Kanada BlackBerry. Dalam penjualan paten besar-besaran senilai $600 juta kepada Catapult IP Innovations dan lainnya beberapa waktu lalu.

“Sementara jumlah paten 4G SEP [paten esensial standar] mendatar, dan preseden bertambah, SEP 5G semakin cepat saat pengajuan paten matang dan, antara lain, pengajuan internasional berubah menjadi paten yang diterbitkan,” perusahaan itu menulis dalam laporan barunya yang panjang.

“Lebih penting dari sebelumnya untuk menilai data 4G dengan hati-hati untuk membantu memandu praktik yang rasional secara ekonomi di dunia 5G (dan 6G yang akan datang).”

Untuk sampai pada temuannya, Tech+IP mengatakan telah memeriksa total 200.500 pengajuan paten, termasuk 24.000 yang diajukan sepanjang 2021.

Baca Juga: Huawei Konfirmasi Kemitraan dengan Leica Telah Berakhir

Pada jaringan 4G, perusahaan menemukan vendor chip AS Qualcomm sebagai pemegang paten dengan jangkauan global terbesar. Temuan itu tidak mengherankan mengingat posisi perintis Qualcomm yang lama berkecimpung di industri selular global.

Namun di pasar paten 5G yang masih berkembang, situasinya sangat berbeda. Tech+IP memposisikan Huawei China di peringkat teratas peringkat lisensi paten 5G, yang mencakup jumlah paten, cakupan global, dan kepatuhan terhadap standar teknis “inti”.

Perusahaan menambahkan bahwa pada 2021, 95% dari paten yang baru diterbitkan dan dinyatakan terkait dengan teknologi 5G, “sangat mencerminkan evolusi yang terlihat di pasar ke penerapan 5G.”

Rivalitas Vendor Dalam Paten 5G

Laporan terbaru yang dikeluarkan Tech+IP menambah panjang barisan perusahaan analisis paten yang mengkaji teknologi 5G dan penerapannya. Masing-masing telah menarik kesimpulannya sendiri.

Misalnya, IPlytics dan GreyB, di mana keduanya juga menempatkan Huawei di peringkat teratas paten 5G. Namun firma hukum Inggris Bird & Bird menempatkan Ericsson di urutan teratas. Sementara PA Consulting mendudukkan vendor jaringan asal Finlandia, Nokia di urutan teratas.

Secara terpisah, sebuah studi baru-baru ini oleh Kantor Paten dan Merek Dagang AS memperlihatkan bahwa enam perusahaan – Ericsson, Huawei, LG, Nokia, Qualcomm dan Samsung – menguasai lanskap paten 5G, tanpa pemimpin yang jelas.

Baca Juga: Sengketa Paten Huawei Vs Verizon Akhirnya Berujung Damai

Sementara itu, ada banyak tindakan di ruang rapat dan ruang sidang terkait paten 5G. Di ruang sidang, raksasa teknologi Apple dan Ericsson tampaknya meluncur ke pertempuran yang tak terhindarkan atas kepemilikan 5G masing-masing.

Selain itu, Via Licensing baru-baru ini menutup kumpulan paten nirkabelnya, menjadikan Sisvel sebagai kumpulan paten besar terakhir yang tersisa di industri seluler di tengah transisi pasar ke 5G.

Secara terpisah, Avanci baru-baru ini mengumumkan perjanjian lisensi paten dengan Ford Motor Company, menjadikan asosiasi paten itu sebagai tempat utama untuk paten yang terkait dengan industri otomotif.

Secara umum, perkembangan menunjukkan bahwa lanskap untuk paten 5G tetap diperebutkan dan ruangnya masih berkembang.

Dengan demikian, klaim kemenangan mungkin terlalu dini, terutama mengingat Huawei – yang menduduki peringkat teratas Tech+IP – jelas berada di bawah ancaman dari pemerintah AS dan sekutunya

Situasi yang tidak diragukan lagi berdampak pada penjualan peralatan 5G milik Huawei. Ketidakpastian yang dialami Huawei itu, dengan sendirinya berpotensi memengaruhi siapa yang menjadi penguasa di pasar lisensi paten 5G global.

Baca Juga: Kelanjutan Gugatan Ericsson Terhadap Apple Soal Paten 5G iPhone

Sejauh ini jumlah aplikasi paten internasional yang diajukan oleh Huawei terus meningkat. Pada 2020 mencapai 5.464, namun melonjak menjadi 6.952 pada 2021.

Sayangnya jumlah paten yang diberikan oleh AS turun menjadi 2.935 dari 3.108. Bergitu pun dengan Eropa turun menjadi 2.138 dari 2.230 selama periode itu.

Sementara paten yang diberikan pemerintah China kepada Huawei naik menjadi 7.913 pada 2021, dibandingkan 6.324 pada tahun sebelumnya.