Andalkan Supper Apps, Lintasarta Implementasikan Kota Pintar di Maros

Kota Pintar Pertama di Batam Manfaatkan Qlue Township Managemen
Kota Pintar Pertama di Batam Manfaatkan Qlue Township Managemen

Selular.ID – Lintasarta dan Pemerintah Daerah Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan meluncurkan super apps guna mewujudkan transformasi digital dan implementasian Kota Pintar.

Baginda PH Simbolon, Lintasarta East Indonesia Regional Senior Vice President mengatakan dijuluki Super Maros, merupakan super apps layanan kependudukan digital dan juga portal informasi terkini tentang Kabupaten Maros yang diharapkan mampu memudahkan dan meningkatkan layanan kepada masyarakat.

Sekaligus sebagai salah satu wujud transformasi digital yang dilakukan oleh Pemerintah Kabupaten Maros.

“Aplikasi super apps diharapkan mampu memenuhi kebutuhan masyarakat Maros ataupun wisatawan yang ingin berwisata di Maros, dan semuanya dapat dilakukan dalam satu genggaman,” kata Baginda.

Baca Juga: Solusi Smart City Qlue Dukung Percepatan Kota Aman Bagi Perempuan

Lanjut Baginda, beberapa kemudahan yang dimaksud meliputi, pengurusan dokumen kependudukan yang sudah terhubung dengan Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Dukcapil) Kabupaten Maros

Pembayaran tagihan seperti Listrik, PDAM, dan BPJS melalui berbagai jenis metode pembayaran digital seperti OVO, Transfer bank (Bank Mandiri & Bank BNI) dan QRIS, pembelian pulsa dan paket data, serta pembelian tiket wisata.

Solusi kota pintar dari Lintasarta, SKOTA, tidak hanya menyediakan teknologi dan infrastruktur untuk pembangunan kota pintar, tetapi merupakan solusi yang menyeluruh dari awal sampai akhir.

“SKOTA by Lintasarta mencakup master plan, Press Release – for immediate release infrastruktur IT, solusi integrasi data, perubahan manajemen, hingga sosialisasi ke masyarakat,” terang Baginda.

Seperti diketahui, Kota pintar/kota cerdas (Smart City) sudah tidak asing lagi bagi pemerintah Indonesia.

Kominfo telah mencanangkan program 100 Smart City di Indonesia dari tahun 2017, bersama-sama dengan kementerian dalam negeri, Kementerian PUPR, Kementerian Keuangan, Kementerian PANRB dan Bappenas.

Sejak saat itu, semakin banyak pemerintah kota yang ingin mewujudkan kota pintar di daerahnya dengan berpusat kepada manusia.

Kota pintar sering dipandang dari sudut teknosentris (berpusat pada teknologi). Hal ini tidak mengherankan, mengingat teknologi terutama ICT memang menjadi bagian penting yang membedakan kota pintar dengan kota biasa.

Baca Juga: Pengembangan Smart City Kominfo Kini Jangkau Destinasi Pariwisata Super Prioritas

Sebagai contoh, salah satu definisinya adalah “pengembangan kota yang berbasis teknologi informasi”.

Lintasarta, sebagai perusahaan Information and Communication Technology (ICT) terus membantu pemerintah kota dan kabupaten di Indonesia dengan menyediakan solusi-solusi ICT guna mengembangkan ekonomi Indonesia dan mencari strategi terbaik untuk mewujudkan kota pintar.