Perkembangannya Kian Pesat, Pentingnya Literasi Keamanan Siber Untuk Fintech

Keahlian Bidang Keamanan Siber Terus Menghadapi Banyak Tantangan
Keahlian Bidang Keamanan Siber Terus Menghadapi Banyak Tantangan

Selular.ID – Fenomena menguatnya pengembangan dan pemanfaatan teknologi finansial, meningkatnya transaksi digital, serta makin berperannya industri Fintech dalam meningkatkan inklusi keuangan digital membawa beragam implikasi. Salah satu tantangan utama yang dihadapi oleh publik yaitu keamanan siber.

Edit Prima, M.Kom, Direktur Keamanan Siber dan Sandi Keuangan, Perdagangan dan Pariwisata dari BSSN mengatakan, perkembangan fintech yang sangat pesat memunculkan isu keamanan.

BSSN mencatat ada dua aspek yang perlu dicermati yaitu aspek perlindungan konsumen, yang mencakup keamanan dan pelindungan dana dan data pengguna serta aspek kepentingan nasional, pencegahan tindak pidana penipuan dan pencucian uang yang dapat berdampak pada stabilitas keuangan nasional.

Baca Juga:Tantangan Meng Wanzhou: Kembali Besut Huawei Saat Pendapatan Anjlok Drastis

Seiring dengan penggunaan teknologi, ancaman semakin besar. Berdasarkan data yang dihimpun BSSN, industri finansial dan asuransi termasuk dalam 10 industri yang paling sering mengalami serangan siber yaitu sebesar 22,4%, dari persentase tersebut dialami bank (70%), asuransi (16%) dan industri keuangan lain (14%).

“Ini patut menjadi perhatian kita semua bahwa industri keuangan termasuk dalam dua besar yang paling sering mengalami serangan siber,”ujar Edit Prima, dalam Huawei TechDay di IT Del, Sumatera Utara, baru-baru ini.

Sementara itu, Mac Weng, Chief Compliance Officer Huawei Indonesia menegaskan bahwa Huawei terus meningkatkan inklusi teknologi digital di kalangan masyarakat luas, khususnya di era percepatan transformasi digital ini, melalui program-program alih pengetahuan dan teknologi yang strategis dan kolaboratif bersama dengan para pemangku kepentingan lainnya.

“Melalui TechDay 2022, kami mempersiapkan siswa menjadi talenta TIK dengan fokus pada keamanan. Seperti yang Anda ingat tahun lalu, Huawei menandatangani MoU dengan BSSN dan IT Del. Diharapkan dapat bekerja sama lagi untuk mempersiapkan lebih banyak profesional keamanan siber,” tegas Mac Weng.

Senada, Syarbeni, Cyber Security dan Privacy Protection Officer, Huawei Indonesia, menekankan akan pentingnya aspek keamanan siber dalam pembangunan ekosistem digital di Indonesia.

Keamanan siber adalah tantangan yang kompleks dan tidak pernah berhenti berevolusi. Dibutuhkan kolaborasi yang erat dan berbagi informasi antara para pemangku kepentingan dalam hal pendekatan yang berbasis standar dan terkoordinasi di seluruh industri, terutama dari segi tata kelola, kapabilitas teknis dan sertifikasi.

Baca Juga:Anomali Huawei: Pendapatan Merosot Tajam Namun Laba Mencapai Rekor Tertinggi 

Huawei meyakini akan pentingnya bagi seluruh pemangku kepentingan terkait untuk menetapkan tujuan bersama, mengatur tanggung jawab, dan bekerjasama untuk membangun lingkungan digital yang dapat menjawab tantangan-tantangan hari ini dan hari esok.