Malware Dark Herring Menyelinap ke 105 Juta Pengguna Android

Peneliti Keamanan Menemukan Malware Joker di Aplikasi Play Store
Peneliti Keamanan Menemukan Malware Joker di Aplikasi Play Store

Selular.ID – Peneliti perangkat mobile di Zimperium zLabs mendapati dan membuat laporan bahwa mereka menemukan malware baru, yang disebut Dark Herring. Peneliti menemukan 105 juta korban.

Malware ini dipakai pelaku kejahatan untuk mengelabui korban agar berlangganan layanan palsu seharga USD15 (Rp216 ribu).

Semua aplikasi muncul, terverifikasi, dan tersedia secara luas di Google Play Store, dan App Store pihak ketiga lainnya. Dilaporkan BGR, ini salah satu penipuan terbesar dalam sejarah seluler.

Korban awalnya mengunduh aplikasi yang benar-benar normal dan tidak berbahaya, mereka menemukan di Google Play Store, yang semuanya tampak seperti aplikasi biasa.

Deskripsi dan permintaan ijin mereka tidak menimbulkan kekhawatiran karena tampak asli. Hal-hal mulai berubah ketika pengguna mulai memperhatikan beberapa bulan kemudian bahwa mereka terus ditagih melalui tagihan operator langsung.

Baca Juga: Hati-Hati! Malware Android Ini Bisa Mereset Pabrik Smartphone Setelah Mencuri Uang

Bagi mereka yang tidak tahu, Direct Carrier Billing (DCB), adalah metode pembayaran seluler yang memungkinkan pengguna melakukan pembelian ke tagihan telepon mereka, menggunakan nomor telepon mereka.

Aplikasi ini menargetkan jutaan pengguna secara global, dan tersedia di lebih dari 70 negara. Dark Herring menagih, rata-rata, $15 setiap bulan. Jumlahnya seringkali terlalu sedikit untuk segera diperhatikan, dan banyak pengguna yang bertahan selama berbulan-bulan tanpa menyadari adanya masalah.

Ada total 470 aplikasi yang diunggah ke Google Play Store terinfeksi Dark Herring. Sebagian besar aplikasi masuk dalam kategori “Entertainment” atau “Hiburan”.
Aplikasi lainnya, termasuk alat fotografi, gim kasual, utilitas, dan aplikasi produktivitas.

Baca Juga: Telegram Palsu Distribusikan Malware Berbahaya Purple Fox

Adapun negara-negara yang menjadi sasaran penyebaran malware Dark Herring ini, adalah India, Pakistan, Arab Saudi, Mesir, Yunani, Finlandia, Swedia, Norwegia, Bulgaria, Irak, dan Tunisia.