Transporta Gandeng OLI Dorong Industri Logistik Bersaing di Era Digital

Transporta OLI
Ilustrasi digital economy, foto: theverge.com

Selular.ID – Upaya meningkatkan daya saing pelaku usaha distribusi barang di Indonesia, Transporta, startup teknologi di sektor manajemen transportasi, berkolaborasi dengan Operator Logistik Indonesia (OLI).

Salah satunya adalah dengan mendorong digitalisasi yang dilakukan bersama pelaku usaha di sektor logistik barang yang tergabung dalam Operator Logistik Indonesia.

Emma Hartono, Co-Founder dan COO Transporta mengatakan, kolaborasi Transporta dengan OLI ini juga dilakukan di tengah tantangan agar para pelaku usaha di sektor logistik bisa lebih mengoptimalkan peluang yang muncul dari aspek digital.

Dikatakan Emma, kemajuan sektor teknologi saat ini membuat semua pebisnis mentransformasi bisnisnya ke sektor digital agar dapat meningkatkan daya saing dengan menjangkau target pasar secara lebih masif.

Peluang sektor logistik di Indonesia juga semakin besar, terutama setelah terjadinya pandemi Covid-19.

“Saat ini, Transporta juga sedang membangun jaringan usaha, salah satunya melalui kerja sama dengan OLI yang keanggotaannya cukup besar di Indonesia. Kombinasi antara literasi digital yang sedang dijalankan dengan jejaring yang luas akan memberikan economic multiplier effect, sehingga menjadi suatu konsep economic sharing yang memberikan dampak bagi seluruh pelaku industri logistik di Indonesia,” ujar Emma.

Lebih jauh Emma menuturkan, melalui kolaborasi ini, Transporta dan OLI bisa menjadi lokomotif dari transformasi digital di sektor logistik Indonesia dalam meningkatkan daya saing pelaku industri, khususnya pelaku usaha kecil dan menengah.

Hal ini berdasarkan data dari Kementerian Komunikasi dan Informatika, pengguna internet di Indonesia saat ini sudah mencapai 202 juta orang dengan nilai ekonomi digital mencapai US$ 45 Miliar atau setara Rp 632 triliun.

Angka itu diperkirakan akan terus tumbuh hingga Rp 1.700 triliun pada 2025 mendatang.

Data itu menunjukan bahwa Indonesia akan menjadi negara dengan pertumbuhan ekonomi digital terbesar di Asia Tenggara. Arus barang sejak pandemi pada 2020 juga terus meningkat hingga 40% pada 2021 ini.

Menurut Bayu Tranggono, Ketua Umum OLI, kebutuhan digitalisasi sektor logistik di Indonesia merupakan aspek krusial dalam meningkatkan skalabilitas para pelaku usaha.

Hal itu tidak lain karena pelaku usaha logistik kecil dan menengah di Indonesia masih mengandalkan operasional bisnis secara manual.

Sekitar 85% dari anggota komunitas OLI juga tercatat masih melakukan pencatatan secara manual, baik dalam hal pemesanan, pelacakan, hingga proses pembayaran.

Baca Juga:Ini Gebrakan Wajib Dilakukan Penyedia Logistik Sukses Terhubung Pelanggan

Kolaborasi ini juga diharapkan mampu menjawab tantangan bisnis ke depan di mana biaya logistik yang tinggi bisa menjadi lebih efisien dengan pemanfaatan teknologi dan otomatisasi.

Efisiensi sektor logistik ini juga diharapkan mampu menghasilkan efek domino pada meningkatnya daya beli masyarakat sehingga bisa mempercepat program pemulihan ekonomi nasional yang terdampak pandemi.