Kisah Mike Lazaridis: Pentolan Blackberry yang Nyaris Jadi Legenda Teknologi

Kisah Mike Lazaridis: Pentolan Blackberry yang Nyaris Jadi Legenda Teknologi

Penjualan Minim Berujung Tamatnya BlackBerry OS

Namun pergantian posisi eksekutif nyatanya tak mampu mengangkat kembali kinerja Blackberry. Pada 2012, RIM untuk pertama kali menderita kerugian dan berujung PHK pada 5.000 karyawan.

Sampai 2015, RIM terus melakukan pengurangan pegawai di tengah kesulitan bersaing dengan Android dan iOS. RIM juga memutuskan untuk fokus pada bisnis software hanya untuk kalangan perusahaan. Puncaknya pada 2016, RIM pun memutuskan untuk menghentikan produksi Blackberry.

Meski demikian, nafas BlackBerry tidak sepenuhnya mati. Dengan mengadopsi Android OS, Blackberry mencoba kembali ke pasar ponsel pintar, berkat kemitraan dengan TCL Communication. Key2 LE adalah varian hasil kerjasama RIM dengan vendor asal China itu.

Sayangnya penjualan yang rendah membuat TCL Communication sebagai pemegang lisensi produk BlackBerry memutuskan untuk berhenti menjual ponsel BB berbasis Android mulai 31 Agustus 2020.

Baca Juga: Kabar Kematian BlackBerry OS, Ternyata Pengalihan Isu Gagal Rilis Smartphone 5G?

Pasca putusnya kemitraan dengan TCL, RIM pun tak bisa berbuat apa. Akhirnya, RIM secara resmi menghentikan dukungan OS buatan mereka, yakni BlackBerry OS pada 4 Januari 2022. Itu berarti pengguna yang masih setia pada BlackBerry lawas siap-siap ganti smartphone dengan OS lain, seperti Android Google atau iOS Apple.

Dengan tamatnya Blackberry OS, tuntas pula perjalanan Blackbery. Berakhir pula kiprah Mike Lazaridis. Tak ada yang perlu disesalkan, karena memang persaingan di ranah teknologi terbilang keras dan brutal.

Vendor yang hari ini berjaya, belum tentu akan bisa survive di masa depan. Sudah banyak merek top berjatuhan dilibas persaingan yang tak kenal kompromi dalam dua dekade terakhir. Sebut saja Yahoo, LG, Motorola, Siemens, Nokia, Kodak, Xerox, MySpace, dan lainnya.

Tentunya, jika Blackberry masih bisa berkibar hingga saat ini, barangkali publik tak segan menyamakan Mike Lazaridis dengan Steve Jobs dan Bill Gates sebagai legenda teknologi dunia.

Sayangnya, ceritanya berakhir anti klimaks. Meski begitu, Mike Lazaridis tetap akan dikenang, karena pernah memberikan warna berbeda dalam evolusi teknologi selular yang kini sudah melompat ke ranah 5G.

Pangsa lengser sepenuhnya dari RIM, pekerjaan Mike pun tak jauh-jauh dari dunia teknologi. Saat ini memiliki dua pekerjaan, yaitu sebagai pendiri/managing partner di Quantum Valley Investments dan pendiri di Institute for Quantum Computing.

Baca Juga: Setelah BlackBerry OS, Sekarang Tizen Yang Disuntik Mati