Ini Kata Pakar Jika Simpan Password di Google Chrome

Google Chrome

Selular.ID – Apakah kalian memiliki kebiasan menyimpan password atau kata sandi di browser Google Chrome? Jika demikian, hal itu dapat berisiko diretas. Inilah semua yang perlu diketahui tentang melindungi diri dari peretas.

Karena banyak dari pengguna yang terus bekerja dari rumah, dan mungkin telah terbiasa menyimpan kata sandi di browser Google Chrome.

Meskipun ini adalah hal yang mudah dan nyaman untuk dilakukan, yang menghilangkan kerumitan mengingat detail login untuk setiap situs yang digunakan.

Namun menurut pakar keamanan AhnLab, peretas menargetkan karyawan yang bekerja dari jarak jauh setelah mereka menggunakan VPN untuk mengakses jaringan perusahaan mereka.

Perangkat tempat karyawan bekerja terinfeksi malware pencuri informasi berbahaya yang disebut Redline Stealer, yang mengakses informasi sensitif seperti detail akun, kata sandi, serta informasi di VPN perusahaan.

Peretas kemudian menggunakan informasi ini untuk masuk dan mengorek data bisnis pribadi tiga bulan kemudian.

Jutaan pekerja jarak jauh telah ditipu karena uang dan data sensitif oleh peretas yang menggunakan malware selama pandemi.

Cara menghindari serangan malware dari Google Chrome
Malware Redline Stealer dapat menyebar melalui beberapa sumber termasuk email phishing, penyalahgunaan iklan Google dan bahkan sebagai program pengeditan foto.

Untuk melindungi diri darinya, disarankan agar pengguna hanya menggunakan program dari sumber resmi yang bersih dan jelas.

Baca Juga:Cara Mudah Blokir Notifikasi Web Google Chrome di Smartphone dan Laptop

Banyak aplikasi di Play Store memiliki malware tersembunyi, sehingga pengguna diminta untuk berhati-hati dan melakukan pemindaian latar belakang aplikasi atau file yang ingin mereka unduh.

Peneliti TI memperingatkan supaya tidak menyimpan sandi di browser, seperti Chrome atau Edge, setelah pelanggaran keamanan baru-baru ini yang menargetkan pekerja jarak jauh di Inggris dan Amerika Serikat. Peretas dilaporkan telah menargetkan orang-orang yang bekerja di rumah karena pandemi Covid-19.