Percepat Pembangunan Infrastruktur Digital, Alita Gandeng ITENAS dan ARS University

Alita Kolaborasi dengnan ITENAS dan ARS University
Direktur Utama PT Alita Praya Mitra Teguh Prasetya (tengah), bersama dengan Rektor ARS University Purwadhi (kanan) dan Rektor Institut Teknologi Nasional Bandung (ITENAS) Meilinda Nurbanasari (kiri) menandatangani kerjasama magang kolaborasi industri dengan institusi pendidikan dalam rangka program Kampus Merdeka di Bandung, hari ini (19/1/2022).

Selular.ID – Perusahaan penyedia jaringan dan solusi telematika Alita bekerjasama dengan Institut Teknologi Nasional Bandung (ITENAS) dan ARS University untuk mengembangkan keahlian sumber daya manusia di bidang teknologi informasi dan telekomunikasi.

Direktur Utama PT Alita Praya Mitra Teguh Prasetya mengatakan Alita sangat menyadari pentingnya pengembangan kualitas sumber daya manusia untuk industri ini.

Menyambut era transformasi ekonomi digital, Alita memiliki tanggung jawab dalam membangun infrastruktur digital yang saat ini sudah menjangkau 7 provinsi 63 kota/kabupaten 2547 desa dan sekitar 8000 km dan di tahun ini akan dikembangkan hingga mendekati 20.000 km untuk jaringan Fiber Optik serta beragam solusi berbasis IoT (Internet of Things) yang diperlukan.

“Kolaborasi ini diharapkan bisa mempercepat pembangunan infrastruktur digital dan penetrasi solusi IoT di seluruh wilayah Indonesia agar percerpatan penetrasi broadband internet yang terjangkau oleh seluruh lapisan masyarakat segera terwujud tentunya dengan bantuan rektor, dekan, dosen serta mahasiswa terbaik dari ITENAS dan ARS University,” ujar Teguh.

Baca Juga: Infrastruktur Digital SATRIA Raih Pernghargaan Telecom Deal of the Year

Alita bergerak dinamis mengikuti tren teknologi yang terus berkembang. Diperlukan SDM yang adaptif, responsive, dan memiliki passion pada bidang ini agar dapat memberikan layanan terbaik bagi pengguna dan masyarakat.

Memasuki revolusi industri 4.0, dunia pendidikan Indonesia dihadapkan pada tuntutan penyediaan sarana pendidikan berbasis kecanggihan teknologi. Untuk menjawab tantangan tersebut, diskursus tentang integrasi teknologi ke dunia pendidikan telah digaungkan di awal 2020 berupa kebijakan Merdeka Belajar, Kampus Merdeka.

Berdasarkan Peraturan Mendikbud No. 3 Tahun 2020, Kampus Merdeka memberikan hak kepada mahasiswa untuk belajar selama tiga semester di luar program studinya sehingga mahasiswa dapat memperkaya wawasan serta kompetensinya di dunia nyata sesuai dengan passion-nya.

Desain perkuliahan dan kurikulum Kampus Merdeka juga diharapkan mulai memasukkan nilai keunggulan industri 4.0 yang aplikatif dan sejalan dengan perkembangan industri.

Baca Juga: Alita Bangun Jaringan Kabel Serat Optik di Taman Nasional Bali

Halaman berikutnya

Banyak perusahaan kesulitan mendapatkan pegawai dengan kualifikasi yang memenuhi kebutuhan industri..