2.000 Mahasiswa Asah Skill Melalui Program Huawei AI Creation

Di bawah payung komitmen I Do, Huawei saat ini memiliki target menyiapkan 100 ribu talenta digital hingga 2024 sebagai salah satu kontribusi menyiapkan sumber daya manusia yang terampil dan siap untuk mendukung laju pertumbuhan startup digital di Indonesia, tambah Zhang.

Sepanjang 2021, Indonesia menempati peringkat kelima dalam leader board start up dunia dengan total 2.322 startup setelah Amerika Serikat, India, Inggris, dan Kanada.

Untuk mendorong perkembangan startup di Indonesia, Indonesia telah menginisiasi program Gerakan Nasional 1000 Startup Digital sejak tahun 2016.

Hingga saat ini tercatat lebihdari 1.160 calonpendiri startup telah mendapatkan bantuan dalam mengembangkan proyek start-upnya.

Program AI Creation dimulaidenganpemilihan proposal ide startup berbasis AI, di mana siswa membentuk tim untuk membangun startup digital mereka. Dari hasil seleksi ide tersebut, terpilihlah 30 startup teratas untuk diberikan fasilitas membangun startup digital dalam hal pengembangan teknologi dan kecerdasan buatan (Hacker), desain dan produk (Hipster), serta bisnis dan manajemen (Hustler).

Selama 3 bulan, peserta akan ditantang untuk membangun sendiri produk, merek, dan teknologi startup yang akan digunakan di bawah bimbingan dan arahan para ahli dan praktisi yang terlibat dalam program ini.

Peserta juga akan  diberikan wawasan industri, pengembangan aplikasi, dan bisnis melalui lebih dari 50 webinar melalui Tampil ID (tampil.id). Peserta juga diberikan fasilitas Huawei Cloud secara gratis.

Saat ini, 10 startup finalis AI Creation yang terpilih dari batch pertama tahun ini akan mempresentasikan produknya masing-masing di Huawei Exhibition Hall pada Januari 2022 dengan harapan dapat menarik perhatian investor yang tertarik mendanai pilot project mereka.

Program Huawei AI Creation juga merupakan bagian dari program yang lebih besar di Asia Pasifik, yang disebut Huawei Cloud Spark, yang diluncurkan pada Agustus 2020 di Singapura.

Melalui program ini, Huawei bekerjasama dengan pemerintah, inkubatorter kemuka, serta perusahaan modal ventura dan universitas untuk membangun platform dukungan bagi perusahaan rintisan baru. Saat ini, lebih dari 40 startup telah mengikuti program ini.

Program Spark telah menginvestasikan lebih dari $100 juta USD selama tiga tahun dan memberikan dukungan komprehensif untuk ekosistem startup dan menciptakan nilai baru bagi start-up.

Baca Juga: Kunci Digital Dari Huawei Untuk Smart Car Pertama di Dunia, Apa Kelebihannya?