Merger Indosat dan H3I Nyaris Rampung, Ketahui 6 Fakta Menariknya

Merger Indosat dan H3I

Selular.ID –Indosat Ooredoo bakal menggelar Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) hari ini, 28 Desember 2021. Salah satu Agenda RUPSLB tersebut untuk meminta persetujuan penggabungan usaha Perseroan dan PT Hutchison 3 Indonesia (H3I).

Sekedar informasi, sebelunya dalam keterbukaan informasi ke Bursa Efek Indonesia (BEI), proses merger direncanakan bakal rampung di 4 Januari 2022, dan jika  mendapat persetujuan peleburan dua perusahaan telekomunikasi ini pada RUPSLB maka kedepan bakal beroperasi dengan mengusung nama baru yakini Indosat Ooredoo Hutchison (IOH).

Untuk informasi detailnya, simak 6 fakta menarik merger Indosat dan H3I berikut ini :

Penggabungan efektif 4 Januari 2022

       Diperkirakan Indosat Ooredoo dan H3I resmi bergabung menjadi satu pada 4 Januari 2022. Hal itu setelah para pemegang saham menyetujui aksi korporasi tersebut RUPSLB.

Dalam prospektus tambahan dipaparkan, kedua perusahaan juga akan menyelesaikan penggabungan usaha dalam waktu 1,5 bulan setelah RUPSLB Indosat menyetujui penggabungan usaha.

Baca juga: OpenSignal: Pengguna Indosat Ooredoo Paling Banyak Gunakan Kouta Internet

Penggabungan usaha ini diklaim oleh manajemen akan menciptakan sinergi operasional yang menguntungkan konsumen dan menghasilkan nilai bagi pemegang saham.

Nama besar di Jajajaran IOH

Jika RUPSLB mendapatkan persetujuan pemegang saham, IOH bakal dinahkodai Vikram Sinha sebagai Direktur Utama. Sebelumnya Vikram Sinha menjabat sebagai direktur PT Indosat Tbk. Sedangkan Ahmad Abdulaziz AA Al-Neama yang sebelumnya menjabat sebagai direktur utama PT Indosat Tbk akan menjadi komisaris.

Dan yang menarik dari jajaran nama yang tercantum juga nama Patrick Walujo, pendiri Grup Northstar. Yang kedepan bakal dinilai mampu memberi kontribusi dalam pengembangan layanan digital Indosat Ooredoo Hutchison.

Baca juga: Selain Frekuensi, Kominfo Juga Beri Persyaratan Ini Agar Restu Merger Indosat-Tri Lancar!  

Lalu yang cukup nyentrik ialah tercatatnya nama Menteri Komunikasi dan Informatika periode 2014–2019, Rudiantara yang bakal menjabat sebagai komisaris independent. Kehadiranya pun tentu tidak lagi diragukan pasalnya menteri yang dulu akrab disapa Chef RA itu memahami betul seluk belum bisnis dan regulasi, dan tentunya relasi yang begitu kuat di bidang telekomunikasi.

IOH dikendalikan secara bersama

Indosat Ooredoo Hutchison akan dikendalikan bersama oleh Grup Ooredoo dan CK Hutchison. Perusahaan akan tetap tercatat di Bursa Efek Indonesia (BEI), dengan porsi kepemilikan PT Perusahaan Pengelola Aset (PT PPA) sebagai perwakilan pemerintah 9,63% saham. Sisanya, PT Tiga Telekomunikasi Indonesia memegang 10,77% saham, dan publik memegang 13,96% saham perusahaan.

Rasio pertukaran penggabungan yang disepakati di mana pemegang saham Indosat saat ini akan memiliki 67,40% dari Perusahaan Penerima Penggabungan Usaha dan pemegang saham H3I akan memiliki 32,60% dari perusahaan hasil penggabungan setelah Penggabungan Usaha menjadi efektif.

Sekedar informasi juga pada 16 September, Indosat dan H3I telah menandatangani perjanjian penggabungan bersyarat dengan pemilik saham kedua perusahaan yakni, CK Hutchison Indonesia dan Ooredoo South East Asia.

Baca juga: Tren Merger Operator Seluler, Pakar Ingatkan Risiko Duopoli

Perjanjian tersebut menetapkan syarat dan ketentuan yang berlaku terkait pelaksanaan penggabungan usaha, termasuk syarat-syarat di mana semua aset, kewajiban, dan bisnis H3I akan digabungkan ke dalam Indosat dengan cara penggabungan menurut undang-undang berdasarkan hukum Indonesia dalam rangka penerbitan saham baru dalam entitas hasil penggabungan.

Dalam kesepakatan, CK Hutchison akan menerima saham baru yang diterbitkan Indosat sebesar 21,8%, dan PT Tiga Telekomunikasi Indonesia 10,8% saham dari Indosat Ooredoo Hutchison. Bersamaan dengan itu, CK Hutchison akan mengakuisisi 50% saham Ooredoo Asia dengan menukarkan 21,8% kepemilikannya di Indosat Ooredoo Hutchison dengan 33,3% saham di Ooredoo Asia.

Selanjutnya, CK Hutchison akan mengakuisisi 16,7% saham dari Grup Ooredoo melalui transaksi tunai sebesar US$ 387 juta. Setelah transaksi tersebut, masing-masing pihak akan memiliki 50% saham Ooredoo Asia yang akan diubah namanya menjadi Ooredoo Hutchison Asia. Keduanya akan mempertahankan 65,6% kepemilikan saham pengendali di perusahaan hasil merger.

Penguasaan frekuensi

Penguasaan frekuensi yang dimiiki Indosat Ooredoo memiliki total lebar pita 95 MHz yang tersebar di pita frekuensi 850 MHz, 900 MHz, 1,8 GHz, dan 2,1 GHz. Sedangkan Tri Indonesia memiliki total lebar pita 50 MHz di pita frekuensi 1,8 GHz dan 2,1 GHz.

Dan jika IOH mau mengembalikan frekuensi sebesar 2x5MHz FDD di spektrum 2,1Ghz, sebagai bentuk persetujuan prinsip penggabungan bisnis yang disodorkan oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika RI, jika langsung digabungkan maka 1,8 GHz (1.800 MHz) ada 2×30 MHz, sedangkan di 2,1 GHz  2×30 MHz.

Jika dibandingkan XL Axiata pada frekuensi 1,8 GHz 2×20 MHz, 2,1 GHz 2×15 MHz. Sedangkan Telkomsel punya frekuensi 1,8 GHz  2×22,5 MHz, dan pada 2,1 GHz  2×15.

Jumlah pelanggan gabungan

Jumlah pelanggan gabungan mergerIndosat dan H3I total bakal meraup sekitar 95 juta pelanggan, jumlah kedua terbesar setelah Telkomsel.

Baca juga: Tren Merger Operator Seluler, Mastel: Pemerintah Perlu Bersiap Hadapi Era Industri yang Terkonsolidasi

Secara keseluruhan, jumlah pelanggan seluler di Indonesia pada 2021 Telkomsel sekitar 165 jt, Indosat Ooredoo 60 juta, XL Axiata 57 juta, Smartfren 32 juta, dan H3I 35 juta. Total SIM Card sekitar 350 juta untuk 272 juta penduduk Indonesia.

Performa perusahaan

Dari sisi kinerja, Indosat Ooredoo sendiri pada selama sembilan bulan pertama 2021, membalikkan kerugian bersih tahun lalu menjadi laba bersih sebesar Rp 5,8 triliun.

Indosat mencatat pendapatan Rp23,06 triliun sepanjang sembilan bulan pertama 2021. Realisasi pendapatan tersebut meningkat 11,96% dibandingkan pendapatan periode sama tahun 2020 yang sebesar Rp20,59 triliun.

Baca juga: Smartfren-XL Axiata Berpotensi Merger, Ketahui 5 Faktanya

Penggabungan aset dan produk dari merger Indosat dan H3I yang saling melengkapi akan mendorong inovasi dan pengembangan jaringan yang akan memungkinkan perusahaan memberikan layanan digital terbaik dan memperluas tawaran produknya bagi pelanggan di berbagai pelosok Indonesia.

Pendapatan tahunan dari entitas hasil merger akan mencapai US$ 3 miliar dengan nilai perusahaan mencapai US$ 6 miliar.