spot_img
BerandaNewsMarket UpdateKrisis Komponen, Pengiriman Smartphone Indonesia Anjlok

Krisis Komponen, Pengiriman Smartphone Indonesia Anjlok

-

Jakarta, Selular.ID – Counterpoint Research melaporkan bahwa pengiriman smartphone Indonesia turun 6% tahun-ke-tahun di Q3-2021 karena kasus Covid-19 (virus corona) yang lebih tinggi dan dampak dari kekurangan komponen global yang sedang berlangsung.

Meski secara umum permintaan menurun, namun pertumbuhan handset 5G mulai menggeliat. Ketika operator seluler lokal memperkenalkan layanan 5G di beberapa kota, permintaan untuk handset yang kompatibel meningkat, mencapai 14% dari total pengiriman.

Oppo berada di puncak dengan 22% pangsa pasar, menyalip Vivo yang turun ke posisi ketiga dengan 18%. Samsung berada di posisi kedua dengan pangsa pasar 19%. Xiaomi berada di urutan keempat dengan 18% dan Realme menempati posisi kelima dengan 12%.

Counterpoint Research menyatakan Oppo adalah vendor yang paling sedikit terpengaruh oleh kekurangan komponen, pandemi, dan pembatasan sosial pada fasilitas manufaktur lokal.

Sedangkan Samsung berhasil mengatrol posisi dari peringkat ketiga di kuartal sebelumnya, berkat peluncuran handset baru yang mampu mendorong pengiriman. Sebaliknya Xiaomi terpaksa menaikkan harga dari empat model karena biaya komponen yang lebih tinggi.

Anjlok ke posisi empat, menunjukkan Xiaomi tak mampu menahan dampak krisis chips yang mendorong peningkatan harga jual. Padahal pada periode sebelumnya, Xiaomi mampu meraih puncak. Itu adalah kali pertama sejak vendor masuk ke Indonesia pada 2014.

Sedangkan vendor smartphone yang paling muda yaitu Realme, juga mengalami penurunan dari tahun sebelumnya tapi sebenarnya terhitung stabil, karena ia hanya mengalami penurunan 1% dari tahun sebelumnya.

Counterpoint menambahkan bahwa saluran online menyumbang 16% dari total pengiriman pada Q3-2021. Hal itu menunjukkan channel daring semakin diperhitungkan oleh vendor-vendor smartphone di pasar Indonesia.

Penurunan Permintaan Smartphone Sesuai Prediksi

Permintaan smartphone di Indonesia sejatinya telah mengalami pemulihan pada Q2-2021. Merujuk pada laporan IDC, pengiriman smartphone pada kuartal kedua 2021 di pasar domestik, tumbuh 49% dibandingkan kuartal II 2020.

Angka itu menunjukkan kenaikan sebesar 10% dibandingkan kuartal yang sama 2019, mencapai 10,6 juta unit karena dorongan penjualan yang tetap kuat untuk sebagian besar vendor di kuartal kedua. Sedangkan average selling price (ASP) smartphone turun menjadi US$172 dari US$ 178 pada kuartal I-2021 lalu. Disebabkan penurunan daya beli masyarakat.

Namun adanya gelombang kedua pandemi Covid-19 pada Juni 2021, mendorong pemerintah menerapkan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) berskala mikro menjadi PPKM Darurat yang lebih ketat pada Juli 2021.

Kebijakan PPKM yang lebih ketat di wilayah Jawa-Bali dan beberapa titik penting di luar Jawa-Bali menyebabkan penjualan retail anjlok di tempat-tempat tersebut. Hal ini diperkirakan akan berdampak pada menurunnya penjualan di kuartal III 2021. Keterbatasan pasokan yang terus berlanjut dan kenaikan harga smartphone meningkatkan tekanan pada pasar smartphone.

Artikel Terbaru