BerandaNewsTelcoMerger Indosat-Tri Indonesia, Mastel: Sehatkan Industri dan Infrastruktur Digital

Merger Indosat-Tri Indonesia, Mastel: Sehatkan Industri dan Infrastruktur Digital

-

Jakarta, Selular.ID – Kesepakatan untuk merger antara Indosat Ooredoo dan Tri Indonesia, yang nantinya bakal mengusung nama PT Indosat Ooredoo Hutchison Tbk (Indosat Ooredoo Hutchison) memiliki kesan yang begitu mendalam, baik itu secara khusus dalam lingkup kesehatan industri dan infrastruktur digital secara umum.

DR Sigit Puspito Wigati Jarot, Ketua Bidang Infrastruktur Telematika Nasional (Infratelnas) Mastel, kepada selular menceritakan, ada beberapa alasan, pertama secara teknis bisnis peneyelenggara jaringan seluler membutuhkan izin hak penggunaan frekuensi yang merupakan sumber daya terbatas.

“Karenanya jika penyelenggara jaringan terlalu banyak, maka spektrum frekuensi harus dibagi ke banyak entitas, dampaknya mungkin masing-masing mendapatkan bagian sedikit saja. Pada awal industri seluler, masa narrowband mendapat bagian (frekuensi) sedikit-sedikit saja mungkin sudah cukup. Tapi dengan berkembangnya industri yang usernya semkin bertambah, trafik semakin bertambah, maka akan membutuhkan tambahan-tambahan frekuensi. Maka jangan heran jika ada yang akan kebagian ada yang tidak,” terangnya, Sabtu (18/9).

Lalu kedua, trend teknologinya sudah berubah dari narrowband ke broadband (pita lebar). 4G lebih broadband dari 2G dan 3G. Maka 5G akan jauh lebih broadband dari pada 2G, 3G dan 4G.

“Sehingga  operator membutuhkan frekuensi yang lebih lebar lagi. Jika frekuensi terbatas ini harus dibagi ke terlalu banyak penyelenggara, bisa jadi broadband tapi kualitas dan use experience-nya tidak seperti yang dijanjikan, karena tidak optimalnya penggunakan frekuensinya. Maka kita sering dengar keluhan 4G rasa 2G/3G dan sebagainya,” lanjutnya.

Baca juga :  Beli Paket Internet Axis Sekarang, Banyak Hadiah

Dengan demikian, maka timbul pertanyaan sebenarnya seberapa ideal jumlah operator telekomunikasi di tanah air, sehingga industri bisa berjalan lebih sehat dan mapan.

“Menurut saya jawabannya mungkin tidak bisa terlalu eksak (pasti). Namun dari pengalaman regulasi negara lain, ada berbagai kajian yang mengarah kepada pola bahwa industri selular ini akan lebih sehat jika jumlah penyelenggara selular itu sekitar 3 sampai 5 penyelenggara.  namun dengan catatan setelah mempertimbangkan berbagai aspek termasuk persaingan usaha, keterbatasan frekuensi, perubahan teknologi dan lain sebagainya. Maka dengan peleburan ini, bisa lebih mendekati kondisi ini,” terangnya.

Artikel Terbaru