spot_img
BerandaNewsTelcoLaporan: Operator Selular Sulit Matikan Jaringan 3G, Hambat Laju 4G dan 5G?

Laporan: Operator Selular Sulit Matikan Jaringan 3G, Hambat Laju 4G dan 5G?

-

Jakarta, Selular.ID – Opensignal dalam laporanya mencatat, operator selular di Indonesia melakukan pendekatan yang berbeda untuk menghadapi kelangkaan spektrum.

Telkomsel dalam hal ini memperbaharui spektrum Band 1 untuk menambah kapasitas penggunaan 4G dan menggunakan spektrum baru pada Band 40 (2,3 GHz) untuk meluncurkan 5G.

Sementara itu, Smartfren berencana untuk menggunakan spektrum baru pada Band 40 demi meningkatkan kapasitas dan kualitas layanan, juga memperluas jangkauannya ke luar wilayah operasional yang telah ada saat ini.

Di sisi lain, XL Axiata tidak mendapatkan spektrum baru dan menggunakan teknologi Dynamic Spectrum Sharing (DSS) pada spektrum 1800 MHz dan 2100 MHz untuk  komersialisasi 5G saat ini.

Sedangkan Indosat dilaporkan meluncurkan 5G pada 1800 MHz dan menandatangani perjanjian untuk usulan merger dengan Tri Indonesia. Nokia dan 3 Indonesia pun sebelumnya telah bekerja sama demi menyebarkan teknologi DSS untuk jaringan 3G dan 4G.

Opensignal dalam hal ini menekankan, pentingnya untuk memperbaharui spektrum 3G untuk beralih ke 4G, ketika Indonesia sedang membuat langkah untuk mengadopsi jaringan kelima.

Dan catatanya memang tidak mudah, mengingat sebagian besar masyarakatnya masih bergantung kepada jaringan 3G. dan itu artinya, operator di Indonesia menghadapi tantangan dalam mematikan jaringan 3G sepenuhnya dan menggunakan kembali spektrum 3G tersebut untuk mengefisiensikan teknologi 4G saat ini, dan untuk 5G nanti.

Kendati sulit, Opensignal berdasarkan datanya menunjukkan bahwa dengan memigrasikan para pengguna 3G ke 4G dan memperbaharui spektrum 3G akan berdampak positif pada pengalaman seluler pengguna secara keseluruhan.

Sekedar tambahan, ketersediaan spektrum sejauh ini memang masih menjadi tantangan, khususnya untuk mengakselerasi 5G di Indonesia. Pasalnya, menurut Kementerian Komunikasi dan Informatika, Indonesia hanya mengalokasikan sekitar sepertiga spektrum dari apa yang dibutuhkan untuk mendukung penyebaran 4G dan 5G.

Sedangkan layanan 5G sendiri sudah mendarat di Indonesia, terhitung sejak Mei 2021 melalui Telkomsel sebagai pembuka pintu gerbang layanan selular super cepat itu. Diikuti Indosat Ooredoo dan XL Axiata. Beberapa operator nasional lain seperti Tri Indonesia dan Smartfren tercatat masih mempersiapkan jaringan mereka untuk mengadopsi teknologi baru ini.

Artikel Terbaru