spot_img
BerandaNewsFeatureVakum Sejak Akhir 2019, Akankah Honor Kembali Menyambangi Pasar Indonesia?

Vakum Sejak Akhir 2019, Akankah Honor Kembali Menyambangi Pasar Indonesia?

-

Jakarta, Selular.ID – Awal Agustus ini, Honor meluncurkan flagship pertama, seri Magic 3, sejak berpisah dari mantan induknya Huawei. Varian terbaru itu, menandai kembalinya kiprah perusahaan yang bertekad menerobos pasar smartphone global yang semakin kompetitif.

Setelah dijual dan dipisahkan dari Huawei pada akhir 2020, Honor dapat memperoleh komponen dari berbagai perusahaan yang sebelumnya dilarang memasok produk tertentu kepada mantan induknya karena sanksi AS.

Alhasil, flagship Honor menggunakan chipset Qualcomm 5G terbaru. Namun pernyataan yang dikeluarkan tidak menyebut Google secara spesifik, tetapi perangkat tersebut awalnya akan diluncurkan di pasar China dengan sistem operasi Magic UI 5.0 yang berbasis Android 11.

Seri Magic 3 terdiri dari tiga perangkat: Magic 3 standar; versi Pro; dan Pro+. Ketiganya hadir dengan chipset Qualcomm Snapdragon 888 Plus 5G, baterai 4600mAh, layar 6,76 inci, dan pengaturan kamera quad dengan modul utama pada masing-masing 64MP.

Ketiganya berisi mesin pencitraan AI internal Honor dan berbagai perangkat lunak lain yang dikembangkan oleh pabrikan penantang. Model dengan spesifikasi lebih tinggi hadir dengan pengaturan kamera yang ditingkatkan, teknologi layar yang ditingkatkan, dan berbagai peningkatan lainnya.

Perangkat standar dan pro memiliki spesifikasi serupa, meskipun yang terakhir hadir dengan memori internal yang lebih tinggi. Honor Magic 3 mulai dari €899, Pro berharga €1.099 dan Pro+ dihargai mulai €1.499.

Sejatinya, Seri Magic 3 bukan smartphone pertama Honor sejak “cerai” dari Huawei. Pada Januari 2021, Honor mengumumkan peluncuran V40 5G. Varian ini menandakan sebagai smartphone pertama Honor, setelah perusahaan resmi menjadi milik konsorsium perusahaan baru bernama Shenzhen Zhixin New Information Technology. Seperti halnya Magic 3, Honor V40 5G hanya dijual secara eksklusif untuk wilayah China.

Sejak berpisah dari Huawei, Honor mengklaim bahwa pangsanya telah meningkat menjadi hampir 15% di pasar China. Pertumbuhan positif itu, memperkuat tekad perusahaan yang ingin melanjutkan kembali ambisi global yang sebelumnya terhalang karena pembatasan AS terhadap mantan induk usahanya, Huawei.

Vendor saat ini memiliki 10.000 karyawan dan mengklaim telah “berinvestasi besar-besaran” dalam R&D, dengan empat pusat penelitian penuh dan 100 laboratorium di seluruh dunia. Honor juga telah mengajukan 5.500 aplikasi paten baru dan mengatakan “dengan cepat membangun kembali kemitraan strategis dengan beberapa pemasok top dunia.”

Baca juga :  Perkembangan Teknologi Kamera Smartphone Oppo dari Masa ke Masa

Pasar Indonesia

Melongok ke belakang, Honor sempat menjadi merek popular di kalangan muda. Di China sendiri merek ini terbilang agresif. penjualan online-nya tercatat mengalahkan Xiaomi. Menurut penelitian Sino Market Research, sepanjang 2017 penjualan online Honor di China menembus 54,5 juta unit dengan pendapatan 78,9 miliar yuan. Pencapaian itu cukup untuk mengalahkan Xiaomi yang berada di posisi kedua dengan raihan penjualan 50,9 juta unit dan pendapatan 63,7 miliar yuan.

Sukses di China membuat Honor mantap ekspansi ke pasar global, termasuk Indonesia. Tercatat pada Maret 2018, Honor pertama kali menjual produknya di Nusantara, lewat tiga varian, yaitu Honor View 10 dan dua smartphone kelas menengah yakni Honor 7X, dan Honor 9 Lite. Kehadiran Honor disambut suka cita oleh konsumen Indonesia. Terbukti saat penjualan perdana secara flash sale di platform e-commerce Indonesia, Shopee, Kamis  (5/4/2018), smartphone tersebut ludes terjual hanya dalam hitungan waktu 60 detik saja

Baca juga :  Rapor Vivo Q2-2021: Berjaya Di China, Kedodoran di Indonesia

Setelah tiga varian perdana itu, Honor rajin mengguyur pasar Indonesia setiap tahunnya, dengan beragam model yang mampu memikat kalangan muda yang merupakan pasar utamanya.

Sepanjang 2019 saja,  Honor memperkenalkan sejumlah varian seperti Honor 10, Honor 20 Pro, Honor View 20, Honor Play, dan Honor 8X.

Khusus varian Honor 8X berhasil memenangkan penghargaan“Best performance smartphone” dalam ajang Selular Award 2019. Varian layak menyandang gelar “Best performance smartphone” karena Honor 8X merupakan ponsel pertama dengan chipset Kirin 710. Walaupun hanya memiliki baterai berkapasitas 3750 mah, Honor 8X memiliki daya yang dapat bertahan seharian.

Sayangnya, momentum pertumbuhan Honor di Indonesia terhenti, pasca pemberlakuan sanski Amerika Serikat terhadap Huawei pada 2019. Sejak akhir 2019, vendor tak lagi meluncurkan smartphone terbaru karena perusahaan-perusahaan AS tak lagi leluasa memasok beragam komponen seperti sebelumnya.

Kini, setelah penjualan kepada konsorsium baru, Honor kembali bertekad melanjutkan kiprahnya yang sempat terhenti, baik di pasar China maupun manca negara. Meski menargetkan come back di pasar global, sejauh ini belum ada tanda-tanda bahwa Honor kembali menjual produknya di Indonesia. Namun dengan popularitas yang pernah diraih, bukan tidak mungkin suatu saat nanti merek Honor akan kembali menyambangi konsumen di Tanah Air.

spot_img

Artikel Terbaru