BerandaDevicesSmart CarAS Izinkan Huawei Beli Komponen Chip Untuk Kendaraan Listrik?  

AS Izinkan Huawei Beli Komponen Chip Untuk Kendaraan Listrik?  

-

Jakarta, Selular.ID – Pejabat Amerika Serikat dikabarkan memberikan izin kepada Huawei untuk membeli komponen Chip untuk keperluan memproduksi kendaraan listrik Huawei yang sedang berkembang, sementara larangan untuk menjual chip ke Huawei untuk perangkat ponsel masih berlaku.

Kelonggaran ini kemungkinan besar bahwa chip otomotif dianggap tidak terlalu canggih, sehingga menurunkan standar untuk mendapatkan persetujuan.

Sedangkan berdasarkan laporan yang mengetahui kerjasama tersebut, mengklaim bahwa Huawei mendapatkan persetujuan untuk chip di kendaraan yang mungkin memiliki komponen lain dengan kemampuan 5G.

Baca juga: Bagaimana Bisa Perang Teknologi China Vs Amerika Serikat Berdampak ke Konsumen?

Atas kegiatan tersebut, pemerintahan Joe Biden mendapat kritik ketas karena menyetujui lisensi chip mobil untuk Huawei, yang dimana sebelumnya pemerintahan AS menegaskan tidak mengubah kebijakan pembatasan penjualan barang dan teknologi ke perusahaan China yang diberlakukan selama kepresidenan Trump. “Kebijakan itu belum dilonggarkan atau diubah,” kata juru bicara Departemen Perdagangan.

Yang padahal Huawei ditempatkan dalam daftar hitam perdagangan AS pada 2019, setelah pemerintahan Donald Trump mengatakan perusahaan berlogo kipas merah dapat menggangu keamanan nasional dan kepentingan kebijakan luar negeri.

Bahkan akibat kebijakan tersebut, kritik tajam sudah mengarah pada kegagalan pemerintahan Joe Biden dalam melindungi keamanan ekonomi dan nasional Amerika Serikat.

Yang dalam kebijakan menjual komponen Chip untuk keperluan memproduksi kendaraan listrik Huawei, mengacu pada aturan yang ditetapkan pada Agustus 2020 yang mengatakan bahwa lisensi untuk produk dengan kemampuan 5G akan ditolak, namun penjualan teknologi yang kurang canggih akan diputuskan berdasarkan kasus per kasus. Yang pada kasus ini chip mobil dinilai kurang canggih, sehingga dapat dilonggarkan.

Baca juga :  Pertarungan Spesifikasi : Xiaomi Pad 5 VS Huawei Matepad 10

Namun sebagai catatan dalam kasus ini pemerintahan Joe Biden tidak mengubah pembatasan peraturan pada Huawei dan afiliasinya pada Daftar Entitas yang di black list pada 2019 atau 2020, maupun kebijakan untuk menerapkan pembatasan yang dikembangkan selama pemerintahan Donald Trump.

Baca juga :  Jadi Target Blacklist AS, Nama Besar Huawei Masih Bayangi Honor di Pasar Eropa?

Baca juga:Ini Strategi Huawei Bersaing dengan Pemain Baru di Industri Laptop Tanah Air

Merespon hal tersebut, juru bicara Huawei menolak mengomentari lisensi tersebut. Huawei hanya mengatakan bila perusahaan hanya bermaksud baik untuk memastikan produsen otomotif tetap menggeliat di tengah pandemi covid-19.

“Kami hanya ingin memposisikan diri sebagai penyedia komponen baru untuk kendaraan terhubung yang cerdas, dan tujuan kami membantu OEM mobil (produsen) membangun kendaraan yang lebih baik,” tandas Huawei

Artikel Terbaru