spot_img
BerandaInsight40% Pengguna Smartphone 5G Memilih Untuk Menonaktifkan 5G

40% Pengguna Smartphone 5G Memilih Untuk Menonaktifkan 5G

-

Jakarta, Selular.ID – Meskipun jumlah smartphone dengan konektivitas generasi kelima berkembang pesat, teknologinya tidak sepopuler yang diharapkan. Banyak orang memiliki koneksi Wifi yang cukup di siang hari, beberapa memiliki cukup 4G LTE, sementara yang lain tidak puas dengan kualitas jenis koneksi baru.

Ternyata sekitar 40% pengguna memilih untuk mematikan konektivitas 5G mereka. Penelitian yang dilakukan oleh portal Android Authority yang populer itu melibatkan lebih dari 1.300 responden.

Selain itu, peserta survei didorong untuk membagikan komentar mereka. Ternyata, 5G selalu aktif hanya pada 50,11% responden. Penyelenggara tidak mengesampingkan bahwa beberapa belum tahu cara menonaktifkan fungsi yang sangat memakan battery.

Hebatnya, ada sejumlah besar pengguna yang selalu mati 5G pangsa mereka adalah 39,4%, dan mereka menggunakan smartphone tanpa mengaktifkan fungsi baru dalam keadaan apa pun. Diasumsikan bahwa pengguna tersebut tidak melihat manfaat nyata dari 5G.

Atau kualitas komunikasi generasi baru di wilayah tempat mereka tinggal, sementara masih banyak hal yang diinginkan. Terakhir, 10,51% responden mematikan 5G jika sinyal yang bersangkutan lemah atau baterai smartphone hampir kosong.

Teknologi 5G tidak seperti yang dibutuhkan seperti yang diiklankan, patut dicatat bahwa kualitas sinyal yang buruk dicatat oleh banyak komentator; jelas, teknologinya belum mencapai tingkat perkembangan yang memadai.

Patut dicatat bahwa kualitas sinyal yang buruk dicatat oleh banyak komentator; jelas, teknologinya belum mencapai tingkat perkembangan yang memadai seperti contohnya ketika anda tidak pernah mematikan 5G.

Baca juga :  Nomor 1 di Industri Smartphone, Mampukah Xiaomi Rajai Pasar Laptop Tanah Air?

Atau jika anda sedang mengemudi, berjalan atau memasuki gedung, jangan pernah berpikir untuk menyalakan 5G karena LTE akan lebih cepat. Anda mematikan 5G di iPhone anda untuk menghemat daya baterai, adalah komentar umum.

Selain itu, beberapa pengguna menunjukkan bahwa dalam pengujian 5G menunjukkan kinerja tinggi, dan dalam kondisi nyata jauh lebih lambat daripada LTE saat menggunakan 4G, halaman dimuat lebih cepat, YouTube tidak memerlukan buffering konten, dll.

Baca juga :  Perkuat Manfaat 5G, Menkominfo: Dibutuhkan Sinergitas Lintas Sektoral  

Pada saat yang sama, pengguna menunjukkan bahwa mereka berada di area yang membuat bosan dengan menara 5G dan secara teori, koneksi harus sangat baik. Perlu dicatat bahwa hasil survei tidak mematuhi standar survei yang ketat dan semua orang dapat berpartisipasi di dalamnya tanpa mengkonfirmasi data yang ditentukan.

spot_img

Artikel Terbaru