BerandaNewsMerger Indosat Ooredoo dan Tri Indonesia Mampu Sehatkan Industri Telekomunikasi

Merger Indosat Ooredoo dan Tri Indonesia Mampu Sehatkan Industri Telekomunikasi

-

Jakarta, Selular.ID – Di tahun 2021 ini, sejumlah perusahaan teknologi melakukan merger, misalnya Tokopedia dan Gojek yang resmi merger pada 17 Mei 2021. Setelah Tokopedia dan Gojek, kini giliran Indosat Ooredoo dan Hutchison 3 Indonesia yang akan melakukan merger.

Pihak Indosat Ooredoo dan Hutchison 3 Indonesia juga sudah memberikan keterangan resmi soal merger tersebut kepada Selular ID. Keduanya sepakat memperpanjang periode negosiasi eksklusif merger hingga 16 Agustus 2021 untuk menyelesaikan seluruh dokumentasi kontrak.

Counterpoint memprediksikan, setelah nantinya Indosat Ooredoo dan Hutchison 3 Indonesia resmi bergabung, dinilai Counterpoint dapat membantu meningkatkan layanan 5G Indosat Ooredoo. Karena Tri Indonesia menggunakan bandwidth 10Mhz pada frekuensi 1,8Ghz band. Terkait merger perusahaan teknologi tersebut, Selular ID meminta tanggapan Masyarakat Telematika Indonesia (MASTEL).

“Konsolidasi kedua perusahaan seperti Indosat Ooredoo dan Hutchison 3 Indonesia akan berdampak pada perubahan kompetisi industri, yang diharapkan dapat menyehatkan industri, mendorong perluasan jaringan yang lebih merata serta meningkatkan kualitas layanan dan kepuasan experience pelanggan. Pada akhirnya konsolidasi yang terjadi akan mendukung transformasi digital di Indonesia,” ujar Arki Rifazka, Direktur Eksekutif MASTEL saat dihubungi Selular ID.

MASTEL memaparkan bahwa model bisnis operator telekomunikasi seluler saat ini adalah langganan data berbasis kuota.

Baca juga: Ini Dampak Merger Indosat Ooredoo dan Hutchison 3 Indonesia

“Merger berarti penggabungan perusahaan, sedangkan model bisnis telah diatur dalam regulasi yang sudah ada. Merger perusahaan telah memiliki acuan yang baku khususnya terkait dengan mitigasi risiko, skenario terkait penggabungan pelanggan, aset dan modal perusahaan,” jelas Arki.

Mengingat Gojek dan Tokopedia setelah resmi merger menggabungkan kedua nama perusahaan menjadi GoTo, menurut MASTEL, tidak menutup kemungkinan bahwa ada nama baru yang berdasarkan nama Indosat Ooredoo dan Hutchison 3 Indonesia sebelum merger.

“Sangat mungkin ada nama baru yang terdiri dari unsur-unsur nama kedua perusahaan sebelum merger. Karena kedua perusahaan telah memiliki brand yang kuat di tengah masyarakat,” pungkas MASTEL.

Menurut MASTEL, Pemerintah harus mendukung merger, karena merger seperti Indosat Ooredoo dan Hutchison 3 Indonesia akan meningkatkan iklim investasi dan kesehatan industri telekomunikasi.

Artikel Terbaru