BerandaNewsPolicyBersiap! Tahap Awal Implementasi ASO Berlangsung 17 Agustus  

Bersiap! Tahap Awal Implementasi ASO Berlangsung 17 Agustus  

-

Jakarta, Selular.ID – Implementasi migrasi siaran televisi teresterial dari analog ke digital atau ASO segera terleksana. Pelaksanaan teknis penghentian  digitalisasi penyiaran ini  diatur melalui Peraturan Menteri Kominfo Nomor 6 Tahun 2021 tentang Penyelenggaraan Penyiaran.

Yang dimana berdasarkan informasi tahap awal bakal terlaksana mulai 17 Agustus 2021, kemudian tahap kedua ada pada bulan Desember 2021. Lalu tahap ketiga paling lambat 31 Maret 2022, selanjutnya direncanakan berlangsung 17 Agustus 2022 dan tahap terakhir berlangsung pada 2 November 2022.

Untuk tahap pertama terdapat 15 daerah yang siap beralih ke siaran digital, daerahnya meliputi yaitu Aceh 1, Kepulauan Riau 1, Banten 1, Kalimantan Timur 1, Kalimantan Utara 1 dan Kalimantan Utara 3.

Baca juga: GSMA: Alokasi Frekuensi 700MHz untuk Selular Tingkatkan Perekonomian Indonesia

Yang menurut keterangan pihak Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo), pertengahan bulan Juli subsidi perangkat set top box (STB) akan dibagikan ke masyarakat miskin yang tidak mampu pada wilayah tersebut.

Untuk data siapa yang membutuhkan, harus memenuhi kriteria Kementerian Sosial (Kemensos). Kominfo dalam hal ini melaporkan akan bekerja sama dengan Kemensos untuk data masyarakat kurang mampu.

Lalu selain kemensos, subsidi STB juga melibatkan lembaga penyiaran swasta selaku penyelenggara multipleksing dan pemerintah daerah setempat agar tepat sasaran.

Sekedar informasi juga Indonesia membutuhkan sekitar 6,8 juta unit set top box untuk 27,7 juta masyarakat miskin, berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) tahun 2020, dengan asumsi satu keluarga terdiri dari orang tua dan dua anak.

Baca juga:Menkominfo: ASO Untungkan Industri Selular dan Kemajuan Penyiaran di Indonesia

Sementara secara potensi, program ASO ini salah satu misinya ialah untuk menata ulang frekuensi 700MHz, yang digunakan siaran televisi teresterial analog, untuk kemudian digunakan untuk mengembangkan internet berkecepatan tinggi.

Melalui langkah penataan ulang spektrum itu atau yang bias kita kenal dengan refarming ditaksir berdasarkan laporan Global System for Mobile Communications Association (GSMA) memberikan manfaat ekonomi sebesar USD11 miliar (Rp161 triliun) untuk perekonomian Indonesia selama periode 2020–2030, atau setara dengan tambahan Produk Domestik Bruto (PDB) sebesar 1%.

Baca juga: Kenali Frekuensi yang Ideal untuk Gelar Layanan 5G

Dan tak sampai disitu, ASO juga akan menghasilkan 230.000 lapangan pekerjaan baru dan 181.000 unit usaha baru jika diterapkan. ASO juga akan menghasilkan 230.000 lapangan pekerjaan baru dan 181.000 unit usaha baru jika diterapkan.

Kemudian secara karakteristik teknis dari pita frekuensi 700MHz itu akan memberikan jangkauan lebih baik dengan infrastruktur lebih sedikit dibandingkan dengan frekuensi tinggi yang biasanya digunakan untuk meningkatkan kapasitas di area hotspot.

Artikel Terbaru