BerandaNewsStartupSusul Kavak, Carro Menjadi Unicorn Baru di Pasar Otomotif Online

Susul Kavak, Carro Menjadi Unicorn Baru di Pasar Otomotif Online

-

Jakarta, Selular.ID – Carro mengungkapkan bahwa perusahaan telah berhasil mengumpulkan US$360 juta dalam putaran pendanaan terbaru yang dipimpin oleh SoftBank Vision Fund 2, venture capital terkemuka dari Jepang. Suntikan dana sebesar itu, menjadikan Carro sebagai unicorn terbaru platform jual beli otomotif online di kawasan Asia Tenggara.

Berkat gelontoran dana jumbo itu, valuasi Carro kini mencapai lebih dari satu miliar dolar. Demikian disampaikan CEO dan pendiri Carro, Aaron Tan, kepada Reuters.

Menurut Aaron Tan, Carro akan menggunakan modal segar untuk berekspansi ke lokasi baru dan mengembangkan bisnisnya di empat pasar yang ada – Indonesia, Thailand, Malaysia, dan Singapura. Carro juga berencana untuk memperluas portofolio layanan keuangan dan mempercepat pengembangan kemampuan kecerdasan buatan.

Platform Carro memungkinkan konsumen dan bisnis grosir untuk membeli dan menjual kendaraan bersama dengan menyediakan layanan asuransi dan pembiayaan.

Investor lain dalam putaran baru pembiayaan termasuk beberapa venture capital terkemuka yang berbasis di Indonesia termasuk EV Growth, kata Aaron Tan.

Sejak didirikan pada 2015, Carro telah mengumpulkan lebih dari $400 juta dalam bentuk ekuitas dan $200 juta dalam bentuk utang. Investor sebelumnya termasuk SoftBank Ventures Asia, EDBI Pte, Insignia Ventures Partners dan B Capital Group.

Setelah meraih putaran pendanaan baru, perusahaan kini bersiap untuk melakukan penawaran umum perdana (IPO), kata Tan.

“Rencananya perusahaan akan IPO, mudah-mudahan dalam 18-24 bulan ke depan di AS, tergantung apakah pasarnya bertahan,” katanya.

Kinerja Carro sempat menurun di awal penyebaran pandemi COVID-19. Namun seperti sejumlah bisnis digital lainnya, perusahaan sekarang diuntungkan dari pengguna yang beralih ke transaksi online.

“Masyarakat lebih mau membeli kendaraan secara online tanpa perlu datang ke showroom,” ujarnya.

Carro membukukan pendapatan $300 juta untuk tahun yang berakhir Maret 2021 dan telah mencatat EBITDA positif (laba sebelum bunga, pajak, depresiasi, dan amortisasi) selama dua tahun.

Di Indonesia sendiri, Carro terus mengembangkan sayap bisnisnya. Menurut Aditya Lesmana, Co-founder Carro, pasar mobil bekas di Tanah Air kini mulai terlihat pulih. Hal ini tercermin dari meningkatnya permintaan permintaan masyarakat akan mobil bekas pada kuartal kedua 2020

Laporan OJK pada September 2020, menyebutkan pembiayaan mobil bekas melesat menjadi Rp56,72 triliun, dan terus berlanjut sampai Oktober 2020, hingga mencapai Rp58,92 triliun. Angka ini menunjukkan bahwa kebangkitan industri mobil bekas bahkan nyaris menyamai sebelum pandemi covid-19. Kondisi itu juga berimbas pada bisnis Carro.

“Pada kuartal pertama 2021 saja, Carro sukses menorehkan tren positif dengan membukukan total penjualan unit mobil bekas hingga di atas 100 persen dibandingkan kuartal IV 2020”, kata Aditya.

Salah satu kunci keberhasilan Carro adalah dengan terus melakukan inovasi. Misalnua dengan menghadirkan Carro Automall, showroom mobil bekas bersertifikasi terbesar di Indonesia pada pertengahan 2020, di mana Carro telah berhasil memberikan pengalaman hybrid online-offline bagi konsumen saat membeli mobil.

Kavak Meksiko

Carro Unicorn Otomotif

Sejatinya Carro bukanlah unicorn pertama di segmen otomotif daring. Pada September 2020, Kavak, perusahaan terkemuka di pasar mobil bekas, didaulat sebagai startup Meksiko pertama yang mencapai status unicorn setelah dihargai lebih dari USD $ 1,15 miliar hanya dalam empat tahun beroperasi.

Kavak didirikan pada 2006 oleh Carlos García Ottati, di Mexico City. Pada awal beroperasi, perusahan hanya memiliki tiga unit kendaraan. Setahun kemudian, Kavak membuka pusat rekondisi mobil terbesar di dunia, yang terletak di Lerma, Negara Bagian Meksiko, dan kini hadir di seluruh penjuru negeri itu.

Carlos yang juga menjabat sebagai CEO Kavak, menyebutkan bahwa pihaknya terus berusaha memberikan nilai lebih bagi konsumen, mulai dari mengidentifikasi mobil bekas yang diinginkan, memberikan keamanan dan transparansi untuk semua prosedur pembelian, proses kemudahan dalam penyediaan dokumen, serta sistem pembiayaan dan garansi yang disesuaikan dengan kebutuhan pelanggan.

Sejak didirikan, startup ini menerapkan model digital berdasarkan pembelian kendaraan pribadi untuk kemudian direkondisi di kantornya sendiri dan ditawarkan untuk dijual kembali kepada publik. Selain itu, mobil yang dibeli melalui Kavak memiliki garansi keselamatan dan kerja,. Perusahaan juga memberikan layanan pembiayaan penuh dan pemantauan pasca penjualan.

Dengan fokus pada platform digital, Kavak mampu menghasilkan pertumbuhan eksponensial tiga digit setiap tahunnya. Kavak antara lain didukung oleh Softbank, Greenoaks, DST Global, Kaszek Ventures, QED Investors, dan General Atlantic.

Tahun ini, karena pandemi COVID-19, Kavak memodifikasi model operasionalnya untuk menciptakan produk yang beradaptasi dengan konsumen baru industri otomotif dan menerapkan proses digital sepenuhnya. Hal ini memungkinkan pertumbuhan lebih dari 100% dalam penjualan dibandingkan 2019. Kinerja yang terus meningkat itu, mendorong ekspansi nasional dan internasional.

Saat ini, Kavak memiliki lebih dari 700 karyawan dan beberapa anak perusahaan di Meksiko, termasuk dua pusat rekondisi mobil yang berlokasi di Lerma dan Guadalajara. Meski memiliki pijakan bisnis yang kuat di sejumlah negara, terutama Meksiko, namun Kavak tetap memilih Buenos Aires,  Argentina sebagai kantor pusatnya.

Artikel Terbaru