spot_img
BerandaNewsTelcoBersiap Merger dengan Smartfren, Ketahui Sepak Terjang Moratelindo di Industri Telekomunikasi ...

Bersiap Merger dengan Smartfren, Ketahui Sepak Terjang Moratelindo di Industri Telekomunikasi  

-

Jakarta, Selular.id – Operator seluler Smartfren melalui anak usahanya, PT Smart Telecom (Smartel) baru saja mengakuisisi saham milik penyelenggara infrastruktur jaringan serat optik telekomunikasi, PT Mora Telematika Indonesia (Moratelindo).

Jumlah saham yang diakuisisi itu setara 20,5 persen dari total modal yang ditempatkan Moratelindo. Sedangkan nilai pembelian sahamnya sendiri ialah sebesar Rp360 miliar.

Dan tentu, langkah akusisi ini menjadi menarik, terlebih juga Smartfren mengonfirmasi, sedang bersiap merger dengan Moratelindo guna memuluskan niatnya menggelar layanan 5G di Indonesia.

Baca juga: Pengamat: Smartfren Dan Telkomsel Berpeluang Menjadi Operator 5G Pertama di Indonesia

Lalu sepak terjang Moratelindo di industri telekomunikasi tanah air juga terbilang sangat menjanjikan. Terkenal dengan infrastruktur serat optik untuk jaringan telekomunikasi, Moratelindo kini menjadi salah satu penyedia akses jaringan terbesar di Indonesia.

Sekedar informasi Moratelindo memiliki jaringan nasional yang menghubungkan pulau Sumatera, Jawa, Bali dengan panjang kabel 7.167 kilometer. Kemudian pada tahun 2011, Moratelindo diketahui telah membangun infrastruktur serat optik yang menghubungkan Batam, Dumai, Malaka (BDM) dengan panjang kabel 403 kilometer.

Lalu perusahaan ini juga telah mengembangkan serat optik internasional yang menghubungkan Jakarta, Bangka, Bintan, Batam dan Singapura (B3JS) dengan panjang kabel 1.234 kilometer. Selain itu, untuk memberikan koneksi internet berkecepatan tinggi yang dapat diandalkan pada tahun 2014, membangun pula jaringan untuk mengakses Jambi dan Batam (JIBA) dengan panjang kabel 414 kilometer.

Baca juga: Potensi Merger dan Lelang Frekuensi, Membuat Operator Semakin Kuat!  

Kemudian Moratelindo juga memiliki basis backbone yang kokoh dengan rentang kapasitas besar dari Sumatera Backbone (SBB) 580 Giga, Java Backbone 430 Giga, Surabaya-Denpasar Backbone 100 Giga hingga B3JS Backbone 1.400 Giga.

Selain itu, Moratelindo juga memiliki akses kabel dalam kota (innercity) di beberapa kota di Indonesia yang tersebar di Jakarta, Surabaya, Medan, Palembang, Batam, Jambi, Bandung, Semarang, Solo, Yogya, Madiun, Cirebon, Malang, Jember, Bogor, Pekanbaru, Dumai, Lampung, Serang, Pekalongan, Tegal, Purwokerto, Bangka, Bali, dan Makasar dengan total panjang 11.388 kilometer.

Sepak terjang Moratelindo pun semakin moncer, ketika pada tahun 2016 lalu, mereka mendapatkan kepercayaan oleh pemerintah Indonesia untuk menjalankan proyek strategis nasional sebagai pemenang tender Palapa Ring Barat dan Palapa Ring Timur, melalui skema kerja sama pemerintah dengan badan usaha (KPBU), melalui anak usahanya yaitu PT Palapa Ring Barat (PRB) dan PT Palapa Timur Telematika (PTT).

Dalam hal ini Moratelindo berhasil membangun jaringan fiber optic dengan total panjang jaringan mencapai 10.710 km, dimana PRB membangun sepanjang 2.256 km jaringan fiber optic darat yang menghubungkan wilayah Riau, Kepulauan Riau, Natuna dan Singkawang, dan PTT membangun sepanjang 8.454 km jaringan fiber optic yang terbagi menjadi 50% jaringan fiber optic laut, 45% jaringan fiber optic darat dan 5% microwave links, yang menghubungkan wilayah NTT, NTB, Maluku, Papua dan Papua Barat.

Jaringan Palapa Ring Barat sudah mulai beroperasi sejak tahun 2018, sedangkan Jaringan Palapa Ring Timur mulai beroperasi sejak tahun 2019. Dua proyek ini merupakan salah satu komitmen Moratelindo untuk berpartisipasi dalam membangun negeri.

Baca juga: Ericsson: Manfaat 5G dapat Diraih Melalui Ekosistem yang Kokoh dan Ketersediaan Spektrum Memadai

Saat ini Moratelindo telah menggelar jaringan kabel serat optik (fiber optic) sepanjang 36.951 km yang terdiri dari jaringan fiber optic darat dan laut. Jaringan fiber optic tersebut meliputi Pulau Jawa, Sumatera, Kalimantan, Nusa Tenggara Barat (NTB), Nusa Tenggara Timur (NTT), Maluku Barat Daya, Papua, Papua Barat, Singapura dan Malaka. Moratelindo akan terus membangun jaringan fiber optic di seluruh kota-kota yang ada di wilayah Indonesia sampai dengan terpenuhinya semua kebutuhan telekomunikasi masyarakat Indonesia.

Presiden Direktur Smartfren, Merza Fachys mengungkapkan Moratelindo dinilai sebagi perusahaan yang andal dalam mengatasi tantangan penggelaran layanan 5G di Indonesia, yaitu soal ketersediaan kapasitas jaringan penghubung ke semua pemancar. Di mana hal itu hanya bisa dilakukan menggunakan teknologi fiber optic.

Di samping itu, Merza juga mengatakan, dengan adanya merger, ke depannya diharapkan dapat meningkatkan kolaborasi di antara Smartfren dan Moratelindo. Sejauh ini, Merza mengungkapkan, Smartfren telah menyampaikan keterbukaan informasi berupa ringkasan rancangan penggabungan usaha dan pendaftaran penggabungan usaha kepada Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Ia melanjutkan, aksi merger Smartfren-Moratelindo ini diharapkan akan tercapai dan rampung secepatnya.

 

spot_img
spot_img

Artikel Terbaru