Beranda News Ini Alasan Pengguna Smartphone di Indonesia Berpindah Operator

Ini Alasan Pengguna Smartphone di Indonesia Berpindah Operator

-

Jakarta, Selular.ID – OpenSignal telah menganalisa perubahan pelanggan seluler di Indonesia dan menemukan bahwa pengguna yang berganti operator seluler rata-rata memiliki pengalaman yang lebih buruk sebelum mereka beralih, dibandingkan dengan pengalaman biasa di jaringan sebelumnya.

Selain itu, berdasarkan pengamatan OpenSignal, seperti di tuturkan Francesco Rizatto, As a senior technical analyst, menuturkan semua pengguna yang berpindah operator seluler memiliki pengalaman yang lebih baik di jaringan seluler mereka yang baru. Para pengguna yang meninggalkan 3, Indosat, Smartfren dan XL rata-rata menghabiskan lebih sedikit waktu tanpa sinyal seluler di jaringan baru mereka.

Namun, para pengguna yang beralih dari Telkomsel secara rata-rata tidak merasakan perbedaan yang siginifikan terhadap ketersediaan sinyal 3G/4G, namun mereka melihat adanya peningkatan ketersediaan 4G di jaringan mereka yang baru. OpenSignal menganalisis pengalaman seluler para Leavers (pengguna yang beralih operator) selama paruh kedua tahun 2020.

Dalam analisa ini melihat pengalaman pengguna seluler tersebut selama 30 hari sebelum berganti operator, dan membandingkan dengan pengalaman rata-rata mereka menggunakan jaringan selama periode penuh.

“Kami melihat bahwa sebagian dari Leavers, memiliki pengalaman seluler yang lebih buruk sebelum mereka beralih ke operator lain, jika dibandingkan dengan pengalaman sehari-hari yang dirasakan oleh pengguna kami di penyedia jaringan sebelumnya,” terang Francesco Rizatto.

Lebih jauh dia menjelaskan, para Leavers di kelima MNO (Mobile Network Operator) nasional rata-rata menghabiskan lebih dari dua kali jumlah waktu tanpa sinyal seluler dibandingkan dengan skor rata-rata di jaringan mereka dan menghabiskan lebih sedikit waktu untuk terhubung ke koneksi seluler 3G atau 4G (ketersediaan 3G/4G).

Mereka juga merasakan ketersediaan 4G yang lebih rendah. Oleh karena itu, data OpenSignal menunjukkan bahwa pengguna yang mengalami kesulitan jaringan seluler lebih cenderung mengubah penyedia layanan seluler mereka.

Selama 30 hari pertama setelah pengguna mengganti operator, melakukan perbandingan dengan pengalaman mereka selama 30 hari ke belakang, saat mereka masih menggunakan jaringan seluler sebelumnya. Data OpenSignal menunjukkan Leavers dari semua operator, kecuali Telkomsel, menghabiskan lebih sedikit waktu tanpa sinyal pada jaringan seluler terbaru mereka dibandingkan dengan yang sebelumnya.

Para Leavers 3, Indosat, dan XL merasakan ketersediaan 3G/4G yang lebih tinggi di jaringan yang baru, sementara Leavers Telkomsel dan XL juga merasakan ketersediaan 4G yang lebih baik di jaringan seluler mereka yang baru. Menariknya, Smartfren adalah satu-satunya operator seluler Indonesia di mana para Leavers merasakan ketersediaan 4G yang lebih buruk di jaringan seluler yang baru, tetapi hal ini sudah dapat ditebak. Faktanya, karena Smartfren adalah operator khusus 4G, Smartfren secara historis memimpin dalam metrik ketersediaan 4G.

Baca Juga:Apa Saja Manfaat Layanan 5G Buat Pengguna Smartphone

Maka dalam analisis ini, sebagian pengguna yang beralih dari Smartfren ke operator lain rata-rata mengalami waktu terhubung ke 4G mereka berkurang. Kominfo telah menyerukan penerapan 4G secara nasional untuk meningkatkan pengalaman seluler pengguna smartphone di Indonesia.

“Analisa kami menunjukkan bahwa pengalaman 4G memainkan peran penting dalam hal kepuasan pelanggan dan perilaku beralih konsumen. Data kami menunjukkan bahwa Leavers di Indonesia memiliki pengalaman seluler yang lebih buruk sebelum mereka beralih ke jaringan lain, dibandingkan dengan pengalaman mereka saat menggunakan jaringan sebelumnya. Selain itu, Leavers dari semua operator yang mendapatkan pengalaman yang lebih baik pada jaringan seluler mereka yang baru setelah beralih. Hal ini menunjukkan bahwa pengalaman seluler penting bagi pelanggan dan merupakan pendorong yang signifikan untuk mperilaku beralih konsumen,” tutup Francesco Rizatto.

Artikel Terbaru