Beranda News Market Update Setelah Pendirinya, OnePlus Juga Ditinggal CMO-nya

Setelah Pendirinya, OnePlus Juga Ditinggal CMO-nya

-

Jakarta, Selular.ID – Hanya enam bulan setelah salah satu pendiri OnePlus, Carl Pei, keluar dari perusahaan, eksekutif OnePlus terkenal lainnya akan pergi. Kyle Kiang, kepala pemasaran di OnePlus, dikabarkan hengkang dari perusahaan pada tanggal 2 April untuk “menjajaki beberapa peluang” baru.

OnePlus mengeluarkan pernyataan, mengkonfirmasi berita tersebut:

Kiang pindah dari OnePlus untuk mencari peluang baru dan hari terakhirnya adalah 2 April. Dia akan selalu menjadi teman baik perusahaan dan kami mendoakan yang terbaik untuk semua usahanya di masa depan.

Kiang telah bersama OnePlus sejak 2015 dan telah menjadi bagian penting dalam menumbuhkan brand awareness. Dia ibarat rockstar di antara komunitas OnePlus dan senantiasa hadir pada peluncuran perangkat.

Setelah menjabat sebagai CMO sejak 2019, kepergiannya sedikit mengejutkan, terutama mengingat betapa cepatnya hal itu terjadi setelah Carl Pei dan beberapa eksekutif lainnya pergi. Dan meski tidak ada indikasi konflik internal, pemilihan timing kali ini bisa memicu spekulasi bahwa sedang ada perubahan di dalam perusahaan.

OnePlus 9 dan OnePlus 9 Pro baru-baru ini diumumkan dan tersedia untuk pre-order mulai hari ini. Tidak hanya itu, perangkat mulai dijual pada tanggal 2 April, hari di mana Kiang akan meninggalkan perusahaan.

Kendati tidak mendarat di Indonesia, kedua ponsel kemungkinan akan meningkatkan status OnePlus di antara konsumen umum dan bisa menjadi salah satu ponsel Android terbaik di pasar tahun ini. Sayangnya, itu harus dibayar mahal.

Banderol ponsel OnePlus menjadi semakin mahal dan telah sedikit banyak bergeser dari “main killer” yang terjangkau menjadi hanya “flagships”, harganya sama dengan smartphone premium lainnya.

Ini adalah perubahan yang dirasakan pelanggan dan kemungkinan mencerminkan apa yang terjadi di dalam perusahaan. Bahkan dengan perangkat yang lebih terjangkau seperti OnePlus Nord N10 5G, perusahaan tampaknya bertentangan dengan mantra “Never Settle” dengan membatasi pembaruan software untuk ponsel ramah-anggaran ini.

Meski begitu, masih belum ada indikasi permusuhan di antara mantan karyawan, dan Carl Pei, yang sibuk membangun Nothing, tidak pernah berbicara buruk tentang OnePlus.

Pete Lau juga telah menyatakan bahwa kepergian Pei tidak mengubah apa pun di perusahaan dan tetap fokus pada tujuannya. Adapun Kiang, dia akan membantu transisi tim pemasaran perusahaan selama beberapa minggu ke depan, tetapi ke mana dia akan pergi selanjutnya tidak ada yang tahu.

Artikel Terbaru