Beranda News Enterprise Huawei Perkenalkan Solusi Industri di Era Pasca pandemi  

Huawei Perkenalkan Solusi Industri di Era Pasca pandemi  

-

Jakarta, Selular.ID – Huawei mengadakan Konferensi Transformasi Digital Industri online, bertema ‘New Value Together’. Hampir 50 pelanggan dan mitra dari lebih dari 10 negara dan wilayah saling berbagi informasi mengenai praktik industri yang sudah pernah dilaksanakan dan bersama-sama mengeksplorasi dalam meraih nilai-nilai baru yang bisa dipetik dari transformasi digital di era pasca pandemi.

Ken Hu, Rotating Chairman Huawei, menyampaikan bahwa transformasi digital bergulir semakin cepat di semua industri, dan adopsi cloud sepenuhnya akan terjadi 1 hingga 3 tahun lebih cepat dari yang diperkirakan.

“Menjadi digital tidak hanya untuk perusahaan internet. Perkembangannya sudah mencapai hingga ke lini industri tradisional, bahkan dari kantor ke lantai produksi. Kami akan terus berinovasi dalam menghadirkan teknologi dan solusi berbasis skenario untuk membantu seluruh industri memanfaatkan peluang ini,” kata Ken.

Baca juga: Oppo Buka Gerai Sementara Reno5 Marvel Edition

Hingga kini,  Huawei telah membangun 13 Open Labs di seluruh dunia untuk mendukung pengembangan inovasi bersama. Seperti di Munich dan Dubai, perusahaan bekerja dengan hampir 900 mitra ekosistem untuk mengembangkan berbagai solusi untuk skenario industri.

Sampai saat ini, telah berhasil memverifikasi lebih dari 60 solusi di berbagai bidang mulai dari ritel pintar hingga manufaktur pintar. Di sisi teknologi, Huawei berinovasi di berbagai bidang seperti kampus pintar, jaringan deterministik, pusat data yang sangat terintegrasi, awan pintar, dan energi ramah lingkungan sebagai fondasi bagi masa depan yang cerdas.

Huawei dalam hal ini berpendapat bahwa transformasi digital harus difokuskan pada penggunaannya secara nyata dan pengembangan skenario di lingkup bisnis, yang kemudian dapat digunakan untuk menciptakan nilai-nilai baru bagi pelanggan melalui penyempurnaan-penyempurnaan.

“Tantangan dan ketidakpastian baru akan muncul di era pasca pandemi. Huawei akan makin membuka tangan dan terus berkolaborasi dengan 30.000 mitra global untuk melengkapi kekuatan satu sama lain dan membantu mengatasi tantangan baru,” kata Ken.

Baca juga: Indef: Langkah Tepat KPPU Denda Gojek Rp3,3 miliar

Sebagai contohs di ektor keuangan, melalui inovasi bersama dengan para mitranya, Huawei telah memberikan NCBA Bank Kenya, bank komersial terbesar di sub kawasan Afrika Timur, dengan sistem inti digital baru. Sistem ini menyediakan layanan keuangan inklusif untuk lebih dari 18 juta pengguna di Kenya dan negara tetangga, memberdayakan ekonomi riil dan mempromosikan pembangunan sosial yang berkelanjutan.

Kemudian dalam beberapa tahun terakhir, AI secara bertahap mulai diterapkan di berbagai bidang, seperti pemeliharaan perangkat, pengoperasian jaringan listrik, dan layanan pelanggan. Meskipun hal ini secara efektif meningkatkan efisiensi dan manfaat jaringan listrik, hal ini juga menunjukkan keterbatasan teknis. Huawei dalam hal ini dengan perkembangan teori dan teknologi AI, sistem tenaga listrik bertenaga AI sekarang mampu mempelajari pengetahuan dan pengoptimalan pengambilan keputusan independen di lingkungan yang kompleks, memainkan peran penting dalam layanan utama seperti pembangkit listrik otonom dan penjadwalan jaringan listrik secara otonom.

Baca juga: Huawei Kembangkan Kompetensi SDM Digital di Kementerian PPN/Bappenas dan Ditjen Imigrasi

Sejak 24-26 Maret, Huawei menyelenggarakan Konferensi Transformasi Digital Industri 2021 secara daring, mengeksplorasi kekuatan dunia digital yang tangguh dan inovatif dari tiga perspektif: bisnis, teknologi, dan ekosistem.

Huawei akan berbagi wawasan tentang transformasi digital, dan memperkenalkan strategi bisnis, program SDM, dan ekosistem yang mendukungnya. “Kami akan merinci praktik yang telah dilakukan bisnis selama beberapa tahun terakhir di sektor pemerintahan, pendidikan, transportasi, keuangan, dan energi, dan lain sebagainya. Kami juga akan menampilkan perkembangan terbaru di berbagai bidang termasuk konektivitas, cloud, dan AI,” tandas Ken.

Artikel Terbaru