Beranda Apps Facebook Dan Australia Capai Kesepakatan

Facebook Dan Australia Capai Kesepakatan

-

Jakarta, Selular.ID – Australia sebelumnya akan menjadi negara pertama dimana arbitrator pemerintah memutuskan harga yang harus dibayar oleh raksasa teknologi Facebook dan Google jika negosiasi komersial dengan kantor berita lokal gagal.

Namun berkat pembahasan yang mendalam antara pemerintah Asutralia dan Facebook beberapa hari lalu, ketentuan tegas itu berubah cenderung lebih lentur. Melalui kesepakatan dalam Amandemen RUU terbaru yang mengatur sepak terjang media Asutralia, Facebook atau Google kini diberi keleluasaan dari proses arbitrase, dan selanjutnya lebih pada mengkedepankan berembuk bersama industri berita Australia secara langsung.

Baca juga: Australia Dan Facebook Kembali Berteman?  

Memang melenturnya RUU oleh beberapa anggota parlemen dan penerbit dinilai dapat memicu kesenjangan perusahaan media yang lebih kecil. Namun Pemerintah dan Facebook dalam hal ini mengklaim undang-undang yang direvisi bakal menjadi kemenangan semua pihak.

“Kode etik ini akan memastikan bahwa bisnis media berita diberi upah yang adil untuk konten yang mereka hasilkan, membantu mempertahankan jurnalisme untuk kepentingan publik di Australia,” kata Menteri Bendahara Negara Josh Frydenberg dan Menteri Komunikasi Paul Fletcher dalam pernyataan bersama pada Kamis, (25/2).

Kemudian mereka menyebut jika progres RUU ini telah diawasi dengan ketat di seluruh dunia karena negara-negara termasuk Canada dan Inggris mempertimbangkan untuk mengambil langkah-langkah serupa untuk mengendalikan platform teknologi yang dominan.

Baca juga: Ikuti Australia, Kanada Akan Paksa Facebook Membayar Konten Berita

Kini Google telah mencapai serangkaian kesepakatan dengan penerbit, termasuk pengaturan konten global dengan News Corp, setelah sebelumnya mengancam akan menarik mesin pencari dari Australia karena undang-undang tersebut.

Beberapa perusahaan media, termasuk Seven West Media, Nine Entertainment dan Australian Broadcasting Corp dalam sebuah pernyataanya juga mengungkapkan sedang dalam pembicaraan dengan Facebook. Walapun belum ada konfirmasi lanjutan oleh perusahaan yang didirikan oleh Mark Zuckerberg itu.

Baca juga: Kominfo Minta Platform WA dan FB Terapkan Pelindungan Data Pribadi     

Dilain kesempatan untuk merespon geliat serupa, Facebook kini sedang menjajaki perjanjian lisensi potensial untuk tahun mendatang dengan kantor media Canada dan memperluas investasinya dalam inisiatif jurnalisme lokal.

Langkah itu dilakukan ketika pemerintah Canada diketahui bersiap memperkenalkan undang-undang yang sama dalam beberapa bulan mendatang, kabarnya juga akan sejalan dengan model kontroversial Australia yang memaksa perusahaan teknologi seperti Facebook dan Google membayar perusahaan media untuk konten berita.

Artikel Terbaru