Selular.ID – Raksasa teknologi Meta resmi melakukan langkah besar dengan meluncurkan Seller, sebuah aplikasi mandiri (standalone app) yang dirancang khusus bagi para penjual di Facebook Marketplace.
Langkah strategis ini disebut-sebut bakal menjadi penantang serius bagi dominasi platform e-commerce raksasa seperti Shopee dan TikTok Shop.
Sejak diluncurkan sepuluh tahun lalu, Facebook Marketplace telah menjelma menjadi pasar barang bekas terbesar di internet untuk memfasilitasi transaksi pakaian, furnitur, hingga mobil bekas.
Kini, Meta memanfaatkan popularitas tersebut untuk memanjakan para “pengguna berpengaruh” mereka lewat aplikasi yang lebih fokus dan profesional.
Baca juga:
- Jejak ITC Roxy Mas, Pusat Penjualan Hp Terbesar di Jakarta Kini Bergulat Melawan E-Commerce
- BSI Perkuat BYOND lewat Integrasi Ekosistem E-Commerce
Kepala Facebook, Tom Alison, menjelaskan bahwa kehadiran Seller diposisikan sebagai alat penunjang produktivitas yang intensif bagi para penjual, mirip dengan alat pengeditan video bagi para pembuat konten.
“Saya menganggap ini sebagai hal-hal yang melengkapi aplikasi utama, dan melayani komunitas pengguna yang lebih intensif. Ini masih sangat awal dan bersifat eksperimental, namun inilah ide yang mendasari inovasi kami tahun ini,” ujar Tom Alison dalam sebuah wawancara resmi mengutip New York Times.
Peluncuran Seller merupakan bagian dari strategi besar Meta untuk menyegarkan dan menginovasi jejaring sosial aslinya.
Sebelumnya pada bulan Mei, Meta juga telah merilis aplikasi bernama Forum yang dikhususkan bagi pengguna Facebook Groups.
Meta tampaknya mulai agresif memindahkan komunitas-komunitas terpopuler Facebook keluar dari beranda berita (news feed) utama ke dalam ekosistem aplikasi yang lebih spesifik.
Langkah ini juga menjadi jawaban Meta atas tantangan relevansi Facebook di mata generasi muda.
Di tengah gempuran platform lain, Facebook Marketplace terbukti menjadi magnet kuat.
Alison membeberkan bahwa sepertiga dari orang dewasa muda yang mengakses Facebook setiap hari secara aktif menggunakan Marketplace.
Secara global, ada lebih dari 430 juta barang termasuk 44 juta kendaraan yang terdaftar di Marketplace setiap bulannya.
Aplikasi Seller dirancang untuk mempermudah operasional bisnis pengguna.
Pengguna cukup masuk menggunakan akun Facebook lama mereka, dan seluruh daftar barang dagangan akan tersinkronisasi secara otomatis.
Di dalamnya, penjual bisa mengakses kotak masuk pesan, dasbor analisis data penjualan, serta alat pembuat daftar barang baru.
Hebatnya, Meta menyuntikkan teknologi kecerdasan buatan (AI) terbaru ke dalam Seller.
Salah satu fiturnya adalah kemampuan memindai foto produk dengan AI untuk mengisi deskripsi dan detail daftar barang secara otomatis.
Kendati demikian, Alison menegaskan AI hanya berfungsi sebagai alat bantu tanpa menghilangkan unsur interaksi manusia yang selama ini menjadi ruh dari Facebook Marketplace.
Selain aplikasi Seller, Meta juga memperkenalkan fitur “verifikasi manusia” gratis.
Pengguna cukup mengunggah video selfie untuk mendapatkan lencana abu-abu di sebelah nama profil mereka.
Fitur ini diharapkan dapat mengikis kekhawatiran terkait akun bot dan meningkatkan kepercayaan antara penjual dan pembeli.
“Hal yang membuat produk ini paling menarik adalah, Anda bertemu seseorang di sisi lain,” tambahnya.
Gratis dan Didukung Penuh Pelaku Usaha
Sama seperti platform pendahulunya, aplikasi Seller dapat diunduh secara gratis dan tersedia juga melalui peramban web.
Meta menegaskan tidak akan mengambil potongan dari hasil penjualan, karena perusahaan tetap mengandalkan pendapatan dari sektor iklan di dalam aplikasi.
Kehadiran Seller disambut antusias oleh para pelaku usaha lokal yang menggantungkan hidupnya pada Facebook.
Salah satunya adalah Claire Whittaker (53), seorang mantan pelayan di San Francisco yang sukses membangun bisnis tanaman hias penuh waktu lewat Facebook Marketplace sejak 2022.
“Semua bisnis saya berasal dari Facebook. Marketplace telah banyak berubah sejak saat itu menjadi lebih baik. Jika aplikasi baru ini mempermudah pekerjaan saya, saya pasti akan mencobanya,” ungkap Whittaker.
Dengan basis pengguna yang masif, integrasi AI yang kuat, dan ekosistem yang matang, aplikasi Seller milik Meta ini siap mengubah peta persaingan pasar social commerce global dalam waktu dekat.


