Beranda News Market Update Manfaatkan Peluang, Pesaing Ambil Alih Pasar Huawei di Tengah Sanksi AS

Manfaatkan Peluang, Pesaing Ambil Alih Pasar Huawei di Tengah Sanksi AS

-

Jakarta, Selular.ID – Saat Huawei menghadapi masalah dengan AS dan pembatasan yang diperkuat, pabrikan dan saingan ponsel pintar China lainnya membuat dorongan agresif untuk merebut pangsa pasar raksasa Huawei.

Setelah menghadapi sanksi yang meningkat dari AS, Huawei juga menghadapi tekanan yang meningkat dari para pesaingnya. Sesuai orang dalam industri yang dekat dengan masalah tersebut, perusahaan seperti Xiaomi, Oppo, dan Vivo berusaha memanfaatkan celah di pasar yang ditinggalkan oleh Huawei.

Apalagi, Huawei juga menjual bisnis handset budgetnya, Honor, awal bulan ini. Honor spinning dari perusahaan induknya juga mengamankan rantai pasokannya dari pengawasan ketat yang dihadapi Huawei dari AS.

Pada momen tersebut, para rival Huawei bisa merasakan peluang di pasar smartphone kelas menengah hingga atas. Ini juga terjadi setelah seorang eksekutif mengungkapkan bahwa Huawei tidak akan dapat memproduksi prosesor andalannya yang menggerakkan flagships kelas atas, seperti dilaporkan Reuters beberapa waktu lalu.

Baca juga: Huawei Bantah Rumor Cerai dengan Leica

Derek Wang, seorang pejabat Realme, mengatakan bahwa ‘apa yang bisa kita lihat sekarang, apakah dari Xiaomi, Oppo atau Vivo, adalah bahwa mereka menaikkan perkiraan mereka untuk tahun depan.

“Mereka yakin sanksi terhadap Huawei akan sedikit banyak merugikannya di pasar internasional, dan mereka mungkin ingin mengambil bagian pasar dari Huawei.” imbuhnya, dikutip dari Gizmochina, Selasa (24/11).

Dengan kata lain, langkah agresif dari pesaing OEM China lainnya tidak hanya akan terbatas pada negara asalnya di China, dan juga akan meluas ke pasar luar negeri juga. Bagi mereka yang tidak menyadarinya, Departemen Perdagangan AS memperkuat pembatasannya terhadap Huawei, yang mengganggu rantai pasokannya.

Menariknya, dengan pemulihan pasar, pesanan juga meningkat, dimana Xiaomi telah menempatkan 100 juta pesanan handset antara Q4 2020 hingga Q1 2021. Demikian pula, Oppo dan Vivo juga diproyeksikan akan meningkatkan pesanan masing-masing menjadi 90 juta dan 70 juta.

Di sisi lain, pesanan Huawei turun 55 persen menjadi hanya 42 persen selama periode yang sama. Jadi, dampak sanksi sangat terlihat jelas.

Artikel Terbaru