spot_img
BerandaNewsPolicyAsus ROG Phone 3 Masih Terganjal Registrasi IMEI

Asus ROG Phone 3 Masih Terganjal Registrasi IMEI

-

Jakarta, Selular.ID – Drama kapasitas mesin Centralized Equipment Identity Register (CEIR) tak kunjung usai, proses registrasi International Mobile Equipment Identity (IMEI) seperti diketahui masih menghambat, setidaknya hal inilah yang dialami Asus untuk perangkat andalnya, ROG Phone 3.

Sebelumnya Muhammad Firman selaku Head of Public Relations and e-Marketing Asus pada Kamis, (4/11) mengkonfirmas kepada Selular.ID jika ROG Phone 3 masih tersandung registrasi IMEI, yang membuat kurang lebih 10 persen dari jumlah ponsel itu pada SIM 2 nya tidak mendapat sinyal.

“Berhubung kita tidak punya akses ke database CEIR itu, kita cuma dapat data dari komplain end user yang masuk ke dealer, distributor ataupun keluhan di media sosial dan ke service center kita. Terakhir sih rasionya kurang lebih sekitar 10 persen itu. Tapi bisa jadi juga ada user yang terdampak, tetapi tidak komplain masalah IMEI di SIM2 itu,” ujarnya

“Angka pastinya jumlahnya user yang komplain kami belum susun dari semua sumber, tapi sejauh ini sekitar 10 persen itu tadi,” lanjut Firman.

Baca juga: Kapasitas CEIR Penuh, Asus ROG Phone 3 Tidak Dapat Sinyal Operator

Lebih lanjut, Firman mengaku sejauh ini hanya memiliki akses terbatas ke Kementerian Perindustrian (Kemenperin), “jadi kita tektokanya hanya sampai sana, dan kemudian selanjutnya Kemenperin yang submit semua data IMEI,  Tanda Pendaftaran Produk (TPP) dan lain-lain ke Kominfo, Untuk sparepart yang mengandung IMEI, sudah kita daftarkan juga bersamaan dengan unit smartphone yang beredar di Indonesia. Dan terus terang kami tidak mendapatkan kabar apa-apa dari Kominfo, soal progress mereka sampai mana? Terakhir kita dapat update, kabarnya Kominfo butuh 3 bulan untuk membereskan masalah CEIR ini,” tutup Firman.

Baca juga :  Bersama OJK, Kominfo Tutup 4.873 Fintech Ilegal

Sebelumnya Direktur Jenderal Sumber Daya dan Perangkat Pos dan Informatika Kementerian Komunikasi dan Informatika, Ismail, Senin (12/10) menyatakan mesin CEIR selama ini berjalan normal dan baik-baik saja. Data IMEI perangkat HKT produksi dan impor terbaru sampai dengan tanggal 10 Oktober sudah dimasukkan ke CEIR. Sedangkan Pemerintah memberlakukan pengendalian IMEI mulai Selasa, 15 September 2020.

Baca juga :  Dilaporkan Meluncur November, Xiaomi Redmi Note 11 Series Kantongi Chipset Dimensity 920

Sebagai pusat pengelolaan informasi IMEI, mesin CEIR dibangun oleh Asosiasi Telekomunikasi Seluler Indonesia (ATSI) untuk mengintegrasikan sistem Equipment Identity Register dari 5 operator. Kebijakan pengendalian IMEI ditujukan untuk melindungi konsumen dan memberikan kepastian hukum kepada operator dalam menghubungkan perangkat yang sah ke jaringan telekomunikasi.

spot_img

Artikel Terbaru