Tuesday, October 27, 2020
Home News Policy Keputusan Antimonopoli, Ponsel Android Beri Opsi Pencarian Selain Google

Keputusan Antimonopoli, Ponsel Android Beri Opsi Pencarian Selain Google

-

Jakarta, Selular.ID – Ponsel Android sudah dibundel sejumlah aplikasi dari Google. Untuk pencarian, perusahaan menyematkan Chrome secara default. Jika tidak ingin menggunakan Chrome, tentu pengguna bisa mengunduh aplikasi pencarian lain melalui Play Store. Nah, mulai musim gugur ini, Google akan menawarkan pilihan layanan berbeda secara default.

Jika Anda membeli ponsel Android di Eropa, Anda akan ditawarkan penggunaan penelusuran Bing. Dilansir dari Reuters, Google menguraikan layar pilihan mesin telusurnya untuk kuartal terakhir tahun 2020 setelah keputusan antimonopoli Uni Eropa 2018, yakni, Bing akan menjadi salah satu opsi untuk pengguna Android di benua itu mulai hari ini, 1 Oktober.

Mesin pencarian besutan Microsoft itu akan tersedia di Inggris Raya serta 12 negara lainnya, termasuk Prancis, Jerman, Italia, dan Spanyol.

Namun, Bing tidak akan menjadi opsi pencarian satu-satunya. Perusahaan Amerika PrivacyWall dan Info.com masing-masing akan tersedia di 22 dan 31 negara, sedangkan pencarian DuckDuckGo yang berorientasi pada privasi, besutan GMX Jerman dan Yandex Rusia, juga akan tersedia.

Pilihan tersebut merupakan hasil dari proses lelang yang memberikan slot acak di layar kepada tiga penawar tertinggi di negara tertentu. Dengan kata lain, Bing akhirnya menjadi pilihan pencarian Android di Eropa karena Microsoft telah membayar untuk dimasukkan.

Tidak semua orang senang dengan pendekatan keputusan antimonopoli Android ini. DuckDuckGo mengecam metode lelang karena diduga menghapus pilihan lain dan memberi kesempatan pada mesin yang mungkin membahayakan privasi demi tawaran yang lebih besar.

Lelang tersebut secara efektif “mengeluarkan” DuckDuckGo di beberapa negara karena ia lebih fokus pada privasi dan pencarian “lebih bersih”, menurut perusahaan.

DuckDuckGo mengatakan akan mengirimkan banding ke Komisi Eropa yang menunjukkan sistem berbasis lelang “pasti menghilangkan” penelusuran miliknya dari layar pilihan Android. Padahal itu awalnya adalah pilihan utama.

Terlepas dari apakah sistem memberikan kesempatan mesin pencarian yang benar-benar adil, setidaknya ia masih menawarkan lebih banyak opsi daripada sebelum keputusan antimonopoli Android. Uni Eropa khawatir Google menggunakan kontrak dan insentif untuk mencegah pembuat ponsel memasukkan opsi pencarian pihak ketiga di perangkat Android.

Google sendiri menentang keputusan tersebut karena ingin mendahulukan platform di dalam ekosistemnya daripada platform terbuka. Tetapi pendekatan sebelumnya membuat orang Eropa hanya mempunyai pencarian Google diaktifkan secara default di ponsel Android.

Latest