Sunday, October 25, 2020
Home News Security Intel Peroleh Lisensi Khusus Pasok Komponen ke Huawei

Intel Peroleh Lisensi Khusus Pasok Komponen ke Huawei

-

Jakarta, Selular.ID – Intel muncul sebagai salah satu perusahaan pertama yang secara terbuka menyatakan telah diberikan lisensi khusus dari pemerintah AS untuk terus memasok peralatan tertentu ke Huawei, setelah pembatasan diperketat pada vendor China itu pekan lalu.

Seperti dilaporkan Reuters (22/9/2020), seorang perwakilan Intel mengatakan bahwa lisensinya telah disetujui. Izin sekarang diperlukan untuk melakukan transaksi dengan Huawei atau afiliasi terdaftar yang melibatkan peralatan apa pun yang menggunakan teknologi AS setelah sanksi yang lebih ketat terhadap vendor China mulai berlaku pada 15 September 2020.

Sejumlah pembuat chip lainnya termasuk Qualcomm, Micron Technology, Samsung, SK Hynix, Macronix International, MediaTek dan Semiconductor Manufacturing International Corp juga dikabarkan telah mengajukan permohonan penangguhan hukuman tersebut. Namun selain Intel, sejauh ini belum ada pembaruan mengenai status aplikasi mereka.

Reuters menyatakan sumber yang dekat dengan pembuat chip Korea Selatan SK Hynix mengindikasikan perusahaan non-AS mungkin berjuang untuk mendapatkan persetujuan, dan produsen sekarang ingin meningkatkan pasokan ke pelanggan lain untuk menggantikan penjualan yang seharusnya mereka lakukan ke Huawei.

Seperti diketahui, demi menekan Huawei karena alasan keamanan, pada awal tahun ini, AS menutup celah yang memungkinkan raksasa telekomunikasi China itu membeli chip menggunakan teknologi AS melalui pihak ketiga.

Namun sanksi yang dijatuhkan AS ke Huawei pada akhirnya memberikan pukulan telak bagi perusahaan-perusahaan AS sendiri.

Huawei, pemasok perangkat telekomunikasi terbesar di dunia dan produsen smartphone terbesar kedua ini, mengandalkan komponen-komponen utama dari beberapa perusahaan teknologi AS. Tahun lalu, Huawei membeli komponen dan suku cadang senilai US$70 miliar dari 13.000 pemasok.

Dari total tersebut sebesar US$11 miliar atau setara Rp156,2 triliun (US$1 = RP 14.200) dihabiskan untuk produk dari perusahaan AS, termasuk chip komputer dari Qualcomm dan Broadcom, serta perangkat lunak Microsoft dan Google Android Google. Pendapatan sebesar itu, terancam menguap akibat keputusan Presiden Donald Trump yang menganggap Huawei sebagai ancaman keamanan AS dan global.

Latest