Sunday, October 25, 2020
Home News Startup Cegah Penularan Covid-19, Ojol Terapkan Teknologi Geofencing

Cegah Penularan Covid-19, Ojol Terapkan Teknologi Geofencing

-

Jakarta, Selular.ID – Di masa Pembatasan Sosial Berskala Besar yang sudah berlangsung kedua kalinya ini, pemerintah Provinsi DKI Jakarta memperbolehkan ojek daring tetap membawa penumpang, syaratnya penyedia layanan harus menerapkan teknologi geofencing.

Merespon hal itu, gojek pun langsung dengan sigap mengenalkan serta menerapkan teknologi geofencing itu. “Melalui geofencing, layanan kami tidak bisa beroperasi di wilayah zona merah. Konsumen di zona merah secara otomatis tidak bisa pesan layanan GoRide,” jelas Gautama Adi Kusuma, VP Regional Public Policy and Government Relations Gojek, Senin (21/9/2020).

Perinsip cara kerja teknologi ini ialah menandai sebuah area secara virtual menggunakan jaringan satelit Global Positioning System (GPS). Tujuanya tentu untuk membatasi lokasi sekaligus mempermudah proses distribusi ke area yang ditentukan.

Adi menuturkan, dengan teknologi geofencing itu gojek secara real-time dapat memberikan peringatan kepada mitra pengemudi yang mendekati zona tertentu, atau didapati sedang berkerumun.

Selain itu Grab pun diketahui juga sudah menerapkan teknologi tersebut, Decacorn asal Singapura ini menerapkan teknologi geofencing untuk mendeteksi GPS mitra pengemudi yang berkumpul dalam satu lokasi.

Lalu secara persuasif, Grab menerjunkan puluhan personil untuk mengawasi penerapan protokol kesehatan oleh mitra pengemudi. Tim akan memberikan imbauan kepada mitra yang masih berkumpul di satu area.

Sebelumnya, Pemprov Jakarta mengizinkan ojek online seperti Grab dan Gojek untuk membawa penumpang. Namun Pemprov meminta aplikator untuk menerapkan teknologi geofencing.

Penerapan teknologi tersebut dalam rangka memenuhi peraturan yang tertuang dalam Surat Keputusan (SK) Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta Nomor 156 Tahun 2020. Surat ini berisi petunjuk teknis pelaksanaan PSBB bidang transportasi, pengemudi ojek online boleh mengangkut penumpang tetapi tak diperkenankan berkerumun lebih dari lima orang. Selain itu, wajib menjaga jarak minimal dua meter dengan sopir roda dua lainnya saat menunggu penumpang.

Latest